5 Cara Mengatasi Kulit Terbakar Matahari

cara mengatasi kulit terbakar matahari

5 Cara Mengatasi Kulit Terbakar Matahari

Kulit terbakar sinar matahari atau sunburn adalah kondisi peradangan pada kulit yang terasa nyeri dan panas saat disentuh. 

Kondisi ini biasanya muncul beberapa jam setelah Anda terlalu lama terpapar sinar matahari tanpa perlindungan. 

Meski terlihat sepele, kulit terbakar sinar matahari dapat menimbulkan rasa tidak nyaman hingga memicu gangguan kesehatan bila terjadi cukup parah.

Gejala Kulit Terbakar Matahari

Gejala kulit terbakar sinar matahari dapat bervariasi, tergantung tingkat keparahannya. Beberapa tanda yang umum terjadi antara lain:

  • Kulit tampak meradang. Pada kulit cerah, warnanya bisa terlihat merah atau merah muda, sedangkan pada kulit lebih gelap perubahan warnanya mungkin tidak terlalu jelas.
  • Kulit terasa hangat atau panas saat disentuh.
  • Rasa nyeri, perih, gatal, atau tidak nyaman pada area yang terpapar.
  • Pembengkakan pada kulit.
  • Muncul lepuhan kecil berisi cairan yang bisa pecah.

Pada kasus yang berat, kulit terbakar sinar matahari juga dapat disertai gejala lain, seperti sakit kepala, demam, mual, kelelahan, serta mata terasa perih atau seperti berpasir.

Gejala biasanya muncul dalam beberapa jam setelah paparan sinar matahari. Dalam beberapa hari berikutnya, tubuh akan mulai memperbaiki diri dengan mengelupaskan lapisan kulit yang rusak. 

Pada sunburn yang cukup parah, proses penyembuhan bisa memakan waktu lebih lama. Perubahan warna kulit yang tersisa umumnya akan memudar seiring waktu.

Semua bagian tubuh yang terpapar sinar matahari berisiko mengalami sunburn, termasuk daun telinga, kulit kepala, dan bibir. 

Bahkan area yang tertutup pakaian tetap bisa terbakar jika bahan kainnya berpori longgar sehingga sinar ultraviolet (UV) masih dapat menembus. 

Mata juga termasuk organ yang sangat sensitif terhadap paparan sinar UV dan bisa ikut mengalami iritasi.

Penyebab Kulit Terbakar Matahari

Kulit terbakar sinar matahari terjadi akibat paparan sinar ultraviolet (UV) yang berlebihan. Terdapat dua jenis sinar UV, yaitu:

  • UVA, yang mampu menembus lapisan kulit lebih dalam dan menyebabkan kerusakan kulit dalam jangka panjang.
  • UVB, yang mengenai lapisan kulit lebih dangkal dan menjadi penyebab utama sunburn.

Paparan sinar UV merusak sel-sel kulit. Sebagai respons, sistem imun meningkatkan aliran darah ke area tersebut sehingga muncul peradangan dan kemerahan yang dikenal sebagai kulit terbakar matahari.

Perlu diketahui, sunburn tidak hanya terjadi saat cuaca terik. Anda tetap bisa mengalami kulit terbakar pada hari yang sejuk atau berawan. 

Selain itu, permukaan seperti salju, pasir, dan air dapat memantulkan sinar UV dan meningkatkan risiko kulit terbakar.

Faktor Risiko Kulit Terbakar Matahari

Beberapa faktor dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami kulit terbakar sinar matahari, antara lain:

  • Memiliki kulit cerah dan rambut merah.
  • Pernah mengalami sunburn sebelumnya.
  • Tinggal atau berlibur di daerah yang panas, cerah, atau berada di dataran tinggi.
  • Bekerja di luar ruangan dalam waktu lama.
  • Kulit dalam kondisi basah, misalnya setelah berenang atau mengoleskan minyak, karena kulit basah lebih mudah terbakar dibandingkan kulit kering.
  • Beraktivitas di luar ruangan sambil mengonsumsi alkohol.
  • Terpapar sinar UV secara rutin tanpa perlindungan, baik dari matahari maupun tanning bed.
  • Mengonsumsi obat tertentu yang membuat kulit lebih sensitif terhadap sinar matahari (obat fotosensitif).

Cara Mengatasi Kulit Terbakar Matahari

Untuk membantu meredakan nyeri dan mempercepat pemulihan kulit terbakar matahari, penanganan sebaiknya dilakukan sesegera mungkin. 

Langkah pertama yang perlu Anda lakukan adalah segera menjauh dari sinar matahari dan masuk ke dalam ruangan. Lalu, terapkan cara-cara di bawah ini:

1. Mandi dengan Air Dingin

Cara mengatasi kulit terbakar matahari yang pertama adalah mandi dengan air dingin. 

Cara ini dapat membantu mengurangi rasa perih dan panas pada kulit terbakar matahari. Anda dapat melakukannya beberapa kali sehari sesuai kebutuhan. 

Setelah mandi, keringkan tubuh dengan cara ditepuk perlahan menggunakan handuk, bukan digosok, agar kulit tidak semakin iritasi.

2. Oleskan Pelembap

Gunakan pelembap yang mengandung aloe vera atau kedelai untuk membantu menenangkan kulit yang terbakar matahari. 

Aplikasikan pelembap saat kulit masih sedikit lembap setelah mandi dan ulangi setiap kali kulit terasa tidak nyaman.

Untuk meredakan keluhan, Anda juga bisa menggunakan losion calamine, mengompres area yang terbakar dengan kain dingin dan lembap, atau mandi dengan oatmeal koloid.

3. Konsumsi Pereda Nyeri Jika Diperlukan

Anda bisa mengonsumsi obat pereda nyeri seperti paracetamol untuk mengatasi kulit terbakar matahari. Cara ini bisa dipertimbangkan jika nyeri atau pembengkakan terasa mengganggu, 

Obat ini dapat membantu mengurangi peradangan dan rasa tidak nyaman akibat kulit terbakar matahari.

4. Perbanyak Minum Air Putih

Kulit terbakar matahari menarik cairan ke permukaan kulit, sehingga tubuh lebih berisiko mengalami dehidrasi. 

Oleh karena itu, perbanyak konsumsi air putih sebagai cara mengatasi kulit terbakar matahari. 

Minum air putih akan membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh selama proses pemulihan.

5. Jangan Menggaruk atau Memecahkan Lepuhan

Jika muncul lepuhan, biarkan lepuhan tersebut sembuh dengan sendirinya. Lepuhan menandakan sunburn tingkat dua dan berfungsi melindungi kulit dari infeksi. 

Jangan memecahkannya karena dapat memperlambat penyembuhan. Jaga area lepuhan tetap bersih dan oleskan petroleum jelly untuk membantu melindungi kulit saat proses pemulihan.

Pencegahan Kulit Terbakar Matahari

Pencegahan kulit terbakar matahari tetap penting dilakukan, bahkan saat cuaca terasa sejuk atau mendung. 

Meski tertutup awan, paparan sinar matahari hanya berkurang sebagian, dan pantulan dari air, pasir, atau beton tetap dapat meningkatkan paparan sinar UV. 

Risiko juga lebih tinggi di daerah dataran tinggi karena intensitas UV yang lebih kuat.

1. Hindari Paparan Matahari Berlebihan

Usahakan untuk tidak beraktivitas di luar ruangan antara pukul 10.00 hingga 16.00, saat sinar matahari berada pada intensitas tertinggi. 

Jika Anda harus berada di luar ruangan, batasi durasi paparan dan cari tempat teduh bila memungkinkan.

2. Selalu Gunakan Sunscreen

Gunakan sunscreen dan lip balm dengan perlindungan spektrum luas yang tahan air serta memiliki SPF minimal 30, bahkan saat cuaca mendung. 

Produk broad-spectrum melindungi kulit dari sinar UVA dan UVB. SPF 30 mampu memblokir sekitar 97% sinar UVB, meskipun tidak ada sunscreen yang dapat memberikan perlindungan 100%.

Aplikasikan sunscreen sekitar 30 menit sebelum keluar rumah dalam jumlah cukup, yaitu sekitar 2 sendok makan untuk seluruh tubuh. 

Untuk sunscreen spray, semprotkan terlebih dahulu ke tangan lalu ratakan ke kulit agar tidak terhirup.

3. Gunakan Topi dan Pakaian Pelindung

Selain sunscreen, perlindungan tambahan seperti payung, topi bertepi lebar, atau pakaian lengan panjang sangat dianjurkan. 

Pakaian berwarna gelap dengan jahitan rapat umumnya memberikan perlindungan lebih baik. 

4. Kenakan Kacamata Hitam

Saat berada di luar ruangan, gunakan kacamata hitam yang memiliki perlindungan terhadap sinar UVA dan UVB. 

Perhatikan label UV protection saat membeli kacamata. Lensa gelap tidak selalu menjamin perlindungan UV yang lebih baik. Kacamata yang pas di wajah dapat memberikan perlindungan ekstra.

5. Perhatikan Obat dan Produk yang Digunakan

Beberapa obat dan produk kosmetik dapat meningkatkan sensitivitas kulit terhadap sinar matahari. 

Contohnya adalah antibiotik tertentu, obat antiinflamasi nonsteroid seperti ibuprofen, serta obat penurun kolesterol. 

Kosmetik dengan kandungan alpha-hydroxy acids juga dapat membuat kulit lebih sensitif terhadap sinar UV. 

Konsultasikan dengan tenaga medis jika Anda ragu terhadap efek samping obat yang sedang digunakan.

Kapan Harus ke Dokter?

Cara mengatasi kulit terbakar matahari bisa dilakukan di rumah. Namun, segera konsultasikan ke tenaga medis jika Anda mengalami:

  • Lepuhan berukuran besar
  • Lepuhan pada wajah, tangan, atau area genital
  • Pembengkakan berat pada area kulit terbakar
  • Tanda infeksi, seperti lepuhan bernanah atau garis kemerahan
  • Nyeri yang semakin parah, sakit kepala, kebingungan, mual, demam, atau menggigil
  • Kondisi yang tidak membaik meskipun sudah melakukan perawatan di rumah
  • Nyeri pada mata atau gangguan penglihatan

Segera cari pertolongan medis darurat jika kulit terbakar matahari disertai:

  • Demam di atas 39°C disertai muntah
  • Kebingungan
  • Tanda infeksi serius
  • Dehidrasi
  • Kulit terasa dingin, pusing, atau hampir pingsan

Kulit terbakar sinar matahari menjadi tanda bahwa kulit mengalami kerusakan akibat paparan sinar UV berlebihan. Lakukan cara mengatasi kulit terbakar matahari di atas dan tindakan pencegahannya!Selalu jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan beli suplemen dan obat terpercaya dari Pyfa Health!

Share this post


Best Seller Products

has been added to your cart.
Checkout