Tukak Lambung: Gejala, Penyebab, Mencegah, dan Cara Mengatasi
ditinjau oleh dr. Carlinda Nekawaty
Tukak lambung adalah kondisi ketika lapisan lambung mengalami luka atau peradangan akibat meningkatnya asam lambung.
Kondisi ini bisa menimbulkan kumpulan gejala berupa rasa nyeri, perih, dan tidak nyaman di perut, yang sering juga dikenal sebagai dyspepsia atau sakit maag. Meski sering dianggap sepele, tukak lambung bisa mengganggu aktivitas sehari-hari jika tidak ditangani dengan tepat.
Yuk, baca ulasan selengkapnya, mulai dari gejala, penyebab, sampai cara mengatasi tukak lambung!
Gejala Tukak Lambung
Banyak orang yang mengalami tukak lambung tanpa menyadari gejalanya. Namun, ketika gejala muncul, beberapa tanda umum yang bisa Anda rasakan antara lain:
- Nyeri atau rasa terbakar di bagian perut. Rasa sakit ini bisa muncul saat perut kosong atau setelah makan.
- Perut terasa penuh atau kembung.
- Sering bersendawa.
- Munculnya sensasi panas di dada (heartburn).
- Asam lambung naik ke tenggorokan (refluks asam).
- Mual hingga muntah.
Jika gejala tukak lambung tidak kunjung membaik atau makin parah, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Penyebab Tukak Lambung
Ada beberapa penyebab tukak lambung yang perlu Anda ketahui, antara lain:
1. Infeksi Bakteri Helicobacter pylori (H. pylori)
Infeksi bakteri H. pylori merupakan salah satu penyebab utama tukak lambung di seluruh dunia.
Bakteri ini hidup di lapisan lambung dan dapat merusak dinding pelindung lambung, sehingga asam lambung lebih mudah mengiritasi jaringan.
Jika tidak diobati, infeksi ini bisa menyebabkan peradangan kronis dan tukak lambung.
2. Konsumsi OAINS (Obat Antiinflamasi Nonsteroid)
Obat pereda nyeri seperti ibuprofen, naproksen, atau aspirin termasuk dalam golongan OAINS.
Penggunaan obat ini terlalu sering dapat mengiritasi dinding lambung dan menghambat proses perbaikan jaringan.
Akibatnya, lapisan pelindung lambung menjadi menipis dan risiko tukak lambung meningkat.
3. Stres Fisik
Kondisi stres fisik berat, seperti setelah sakit parah atau cedera, dapat memicu peningkatan produksi asam lambung. Hal ini membuat lambung lebih rentan terhadap luka atau iritasi.
4. Pola Makan dan Gaya Hidup yang Buruk
Kebiasaan makan tidak teratur, sering menunda makan, atau mengonsumsi makanan pedas dan asam bisa memperparah gejala tukak lambung.
Selain itu, merokok dan minum alkohol juga dapat merusak lapisan pelindung lambung dan meningkatkan kadar asam di perut.
Cara Mencegah Tukak Lambung Kambuh
Agar gejala tukak lambung tidak sering kambuh, penting bagi Anda untuk menjaga pola makan dan gaya hidup sehari-hari. Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan:
1. Batasi Konsumsi Obat Pereda Nyeri
Gunakan obat pereda nyeri (OAINS) sesuai anjuran dokter. Jika Anda terbiasa mengonsumsi obat seperti ibuprofen atau aspirin untuk meredakan nyeri, pastikan dosisnya tidak melebihi aturan pakai.
Bila obat ini perlu dikonsumsi secara rutin karena alasan medis, konsultasikan dengan dokter untuk menyesuaikan dosis, mengganti jenis obat, atau menambah obat pelindung lambung agar lapisan lambung tetap aman.
2. Berhenti Merokok dan Minum Alkohol
Merokok dan minum alkohol dapat memperburuk iritasi lambung dan meningkatkan risiko gejala tukak lambung kambuh. Kalau Anda merokok, cobalah untuk berhenti.
Konsultasikan dengan tenaga medis jika perlu bantuan dalam proses berhenti merokok agar hasilnya lebih efektif.
3. Penuhi Kebutuhan Serat
Mengonsumsi buah dan sayur setiap hari sangat baik untuk melindungi lapisan pencernaan.
Kandungan antioksidan, serat larut, dan zat antiinflamasi di dalamnya membantu menurunkan produksi asam lambung berlebih serta mencegah luka lambung.
Penelitian menunjukkan bahwa makanan tinggi serat dapat menurunkan risiko terbentuknya tukak lambung.
4. Konsumsi Probiotik
Probiotik, seperti yang terdapat dalam yogurt atau minuman fermentasi, membantu menjaga keseimbangan bakteri baik di saluran pencernaan.
Mengonsumsi probiotik secara rutin juga dapat menurunkan risiko infeksi Helicobacter pylori (H. pylori), salah satu penyebab utama tukak lambung.
5. Konsumsi Vitamin C
Vitamin C berperan penting dalam melawan infeksi H. pylori dan mempercepat penyembuhan luka di lambung.
Anda bisa mendapatkannya dari buah-buahan seperti jeruk, tomat, dan jambu biji.
Mengonsumsi vitamin C dalam jumlah cukup setiap hari membantu memperkuat daya tahan tubuh sekaligus menjaga kesehatan lambung.
Cara Mengatasi Tukak Lambung
Jika tukak lambung sudah terjadi, penanganan yang tepat sangat penting agar tidak berlanjut menjadi kondisi yang lebih parah. Ini dia beberapa cara yang bisa Anda lakukan:
1. Mengganti Obat Pereda Nyeri
Kalau dokter mencurigai penyebab tukak lambung Anda adalah penggunaan OAINS, biasanya dokter akan mengganti jenis obat pereda nyeri menjadi yang lebih aman, seperti parasetamol.
Selain itu, dokter juga dapat meresepkan obat pelindung lambung seperti sucralfate, misoprostol, atau bismuth subsalicylate untuk melindungi lapisan lambung dari iritasi.
2. Redakan Sementara dengan Antasida
Antasida dapat membantu meredakan gejala sementara, seperti rasa perih dan panas di lambung. Namun, obat ini tidak menyembuhkan luka lambung secara menyeluruh.
Pastikan Anda tetap memeriksakan diri ke dokter agar penyebab utama tukak lambung bisa diatasi dengan benar.
3. Konsumsi Antibiotik
Bila dokter menemukan bahwa tukak lambung disebabkan oleh infeksi bakteri H. pylori, biasanya Anda akan menjalani tes napas atau tes feses.
Lalu diberi antibiotik seperti amoksisilin, klaritromisin, metronidazol, atau tetrasiklin untuk membasmi bakteri tersebut.
Kombinasi antibiotik ini biasanya diminum selama beberapa minggu sesuai petunjuk dokter.
4. Minum Obat Resep Dokter
Dokter juga dapat meresepkan obat untuk menurunkan produksi asam lambung, seperti:
- H2 Blocker, misalnya famotidin, cimetidin, dan nizatidin. Obat ini bekerja dengan menghambat sinyal kimia yang memicu produksi asam lambung.
- Proton Pump Inhibitor (PPI), seperti omeprazole, lansoprazole, esomeprazole, pantoprazole, atau rabeprazole. Obat ini membantu menekan produksi asam sekaligus melindungi dan mempercepat penyembuhan lapisan lambung.
Kapan Harus ke Dokter?
Meskipun sebagian besar kasus tukak lambung bisa ditangani di rumah atau dengan bantuan dokter umum, ada beberapa kondisi darurat yang perlu segera mendapatkan perawatan. Segera cari pertolongan medis jika Anda mengalami:
- Nyeri perut hebat yang tidak kunjung hilang.
- Muntah darah atau muntahan berwarna gelap seperti bubuk kopi.
- Tinja berwarna hitam pekat atau terdapat darah.
- Gejala kehilangan darah berat seperti kulit pucat, pingsan, atau terasa sangat lemas. Ini bisa menjadi tanda anemia akibat perdarahan lambung yang berlangsung lama.
Jika Anda curiga memiliki tukak lambung yang tidak kunjung membaik dalam beberapa hari, segera konsultasikan ke dokter.
Dalam kasus yang lebih serius, luka di lambung dapat mengalami perforasi atau robek, yang berpotensi menyebabkan infeksi berat di rongga perut.
Jika tiba-tiba muncul nyeri perut yang sangat hebat dan makin memburuk disertai demam atau tanda infeksi, segera ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan secepatnya.
Tukak lambung adalah kondisi yang sering terjadi, tapi tidak boleh diabaikan. Jika dibiarkan tanpa perawatan, luka pada lambung dapat semakin parah dan menyebabkan komplikasi.
Dengan mengenali penyebab dan gejalanya sejak dini, Anda bisa mencegah kambuhnya tukak lambung dan menjaga kesehatan pencernaan tetap optimal.
Selalu jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan beli suplemen dan obat terpercaya dari Pyfa Health!





