Ciri-Ciri Darah Tinggi yang Perlu Diwaspadai

ciri ciri darah tinggi

Ciri-Ciri Darah Tinggi yang Perlu Diwaspadai

Hipertensi atau darah tinggi adalah kondisi ketika tekanan darah lebih tinggi 140/90 milimeter merkuri (mmHG). Kondisi ini menyebabkan sirkulasi darah menjadi terganggu, sehingga dapat membahayakan kesehatan. Apa saja ciri-ciri darah tinggi yang perlu diwaspadai?

Tekanan darah tinggi meningkatkan risiko terjadinya masalah kesehatan yang sangat serius. Untuk mencegah hal ini, Anda perlu mengetahui ciri-ciri darah tinggi yang perlu diwaspadai, penyebab, serta cara mencegahnya berikut.

Ciri-Ciri Darah Tinggi

Meski tidak menunjukkan gejala yang signifikan atau hanya mengalami gejala ringan, namun ada beberapa ciri umum seseorang terkena darah tinggi. Berikut beberapa di antaranya:

  • Penglihatan buram.
  • Pusing.
  • Sakit kepala parah.
  • Mual.
  • Telinga berdenging.
  • Detak jantung tidak teratur.
  • Sulit bernapas.
  • Kelelahan.
  • Darah dalam urine.
  • Nyeri dada.
  • Sensasi berdetak di telinga, leher, atau dada.

Selain beberapa ciri di atas, mungkin masih ada gejala lainnya. Oleh karena itu, Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap.

Penyebab Darah Tinggi

Para ahli menemukan bahwa risiko seseorang terkena darah tinggi bisa meningkat karena beberapa faktor berikut:

1. Keturunan

Faktor penyebab darah tinggi pertama adalah genetik atau keturunan. Seseorang bisa menjadi lebih rentan mengalami darah tinggi jika memiliki orangtua atau anggota keluarga yang juga mengalami darah tinggi.

2. Pola makan tidak sehat

Penyebab darah tinggi lainnya adalah pola makan tidak sehat, seperti mengonsumsi makanan tinggi kolesterol atau makanan asin dan berlemak, serta jarang mengonsumsi makanan tinggi kalium, seperti salmon, bayam, serta kacang-kacangan. Kekurangan kalium dapat meningkatkan risiko Anda terkena darah tinggi.

3. Usia

Ketika usia bertambah, organ dan pembuluh darah di dalam tubuh akan mengalami perubahan, termasuk pembuluh darah dan ginjal. Perubahan pada pembuluh darah akibat penuaan bisa menyebabkan dinding pembuluh darah menjadi kaku, sedangkan perubahan pada ginjal akan berdampak pada penurunan fungsi organ tersebut, sehingga mengganggu keseimbangan garam dan cairan dalam tubuh. Kedua kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko terjadinya darah tinggi. 

4. Obesitas

Berat badan berlebih atau obesitas juga dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami darah tinggi. Semakin gemuk tubuh seseorang, maka semakin banyak darah yang diperlukan untuk memasok oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh. Ketika volume darah meningkat, tekanan dalam pembuluh darah pun akan meningkat.

5. Kebiasaan merokok 

Kebiasaan merokok juga merupakan salah satu penyebab darah tinggi. Hal ini dikarenakan zat kimia pada tembakau bisa menyebabkan penyempitan pembuluh darah, sehingga meningkatkan tekanan dalam pembuluh darah dan jantung. Kondisi ini bisa dialami oleh perokok aktif dan perokok pasif.

6. Jarang olahraga

Seseorang yang jarang berolahraga juga bisa menyebabkan darah tinggi. Hal ini dikarenakan orang yang jarang berolahraga cenderung memiliki detak jantung yang lebih tinggi dan rentan terkena obesitas, sehingga jantung bekerja lebih keras dan meningkatkan risiko terjadinya darah tinggi.

7. Stres

Stres, kurang tidur, dan sering cemas juga bisa menyebabkan terjadinya darah tinggi. Hal ini dikarenakan peningkatan hormon stres, seperti adrenalin dan kortisol, ketika seseorang mengalami stres berkepanjangan dapat meningkatkan risiko hipertensi.

Selain menghindari penyebab di atas, lakukan juga kebiasaan sehat, seperti berolahraga secara teratur, menghindari stres, tidur yang cukup, serta menjaga berat badan tetap ideal.

Share this post


Best Seller Products

has been added to your cart.
Checkout