Benjolan Kanker Payudara Seperti Apa? Ini Penjelasannya

benjolan kanker payudara seperti apa

Benjolan Kanker Payudara Seperti Apa? Ini Penjelasannya

Munculnya benjolan di payudara bisa menimbulkan kekhawatiran tersendiri. Hal ini dikarenakan benjolan di payudara merupakan salah satu gejala kanker payudara. Benjolan kanker payudara seperti apa dan bagaimana memastikan benjolan tersebut kanker atau bukan?

Benjolan pada payudara tidak selalu kanker, karena bisa juga kondisi lainnya, seperti tumor payudara yang tidak serius. Lalu, ciri-ciri benjolan kanker payudara seperti apa dan bagaimana cara mengatasinya? Berikut penjelasannya.

Benjolan Kanker Payudara Seperti Apa?

Dikutip dari American Cancer Society, sebagian besar perubahan atau benjolan pada payudara, termasuk tumor, bersifat jinak. Namun, benjolan yang muncul bisa juga kanker. Untuk memastikan apakah benjolan tersebut bersifat jinak atau tidak, diperlukan pemeriksaan secara medis.

Mengenali ciri-ciri tumor jinak di payudara sangat penting untuk deteksi dini kanker payudara. Berikut ciri-ciri tumor nonkanker payudara:

  • Berbentuk oval atau bulat.
  • Memiliki batas yang jelas.
  • Cenderung mudah digerakkan atau bergeser jika disentuh.
  • Bisa terasa sakit atau tidak sama sekali.
  • Kemunculannya cenderung mengikuti siklus menstruasi.
  • Pertumbuhannya lambat. 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika muncul gejala pada payudara yang Anda rasakan, sebaiknya berkonsultasi ke dokter. Namun, Anda perlu mewaspadai beberapa gejala yang mungkin terkait dengan kanker payudara, seperti benjolan yang tidak kunjung hilang setelah menstruasi, perubahan pada kulit payudara, serta benjolan tumbuh lebih besar dan cepat. Jika gejala tersebut muncul, segera periksakan diri ke dokter. Semakin cepat ditangani oleh dokter, akan semakin cepat pula permasalahan Anda teratasi.

Penyebab Benjolan dan Tumor Jinak Payudara

Dikutip dari Cleveland Clinic, berikut beberapa penyebab munculnya benjolan atau tumor nonkanker payudara:

  • Infeksi payudara.
  • Perubahan jaringan payudara.
  • Fluktuasi hormon, terutama selama menstruasi, kehamilan, atau menopause.
  • Obat-obatan yang mungkin menyebabkan tumor atau sakit pada payudara, seperti terapi hormon atau pil KB.
  • Jaringan parut akibat cedera payudara.
  • Minuman berkafein.

Diagnosis Kanker Payudara

Jika Anda menemukan adanya benjolan di payudara, sebaiknya tetap tenang dan ikuti beberapa langkah berikut:

  • Cek kembali payudara Anda.

Cek kembali dengan cara meraba ke semua bagian payudara, baik di bagian kiri maupun kanan. Agar hasilnya valid, lakukan pemeriksaan setelah atau sebelum jadwal menstruasi Anda. Selain itu, cek juga apakah ada gejala lainnya selain benjolan tersebut pada payudara Anda.

  • Periksa kembali kalender menstruasi.

Jika Anda menemukan adanya benjolan pada payudara, coba cek kembali kalender menstruasi Anda. Hal ini bisa jadi merupakan tanda Anda akan menstruasi.

  • Konsultasi dengan dokter.

Jika Anda merasa tidak nyaman dan khawatir dengan benjolan tumor pada payudara, jangan ragu untuk berkonsultasi ke dokter untuk memastikannya.

Ketika berkonsultasi dengan dokter, Anda mungkin perlu melakukan beberapa tes kanker payudara, sepert MRI payudara, mammografi, atau USG payudara, terutama jika benjolan Anda dicurigai sebagai kondisi yang serius. Tes lainnya, seperti ductogram, mungkin dibutuhkan jika Anda mengalami gejala keluarnya cairan dari puting. 

Selain itu, Anda mungkin juga perlu biopsi payudara atau tes lainnya jika ditemukan tumor untuk memastikan apakah tumor tersebut jinak atau ganas. Namun, jangan khawatir, sebagian besar hasil tes ini menunjukkan bahwa tumor yang muncul di payudara tidak terkait dengan kanker. Sebaiknya berkonsultasi dengan dokter mengenai tes pemeriksaan yang tepat untuk Anda

Share this post


Best Seller Products

has been added to your cart.
Checkout