Prosedur dan Cara Mengukur Kadar Kolesterol

Simak informasi selengkapnya mengenai prosedur dan cara mengukur kadar kolesterol di artikel ini.

Prosedur dan Cara Mengukur Kadar Kolesterol

ditinjau oleh dr. Carlinda Nekawaty

Kolesterol adalah salah satu jenis lemak yang dibutuhkan tubuh, yaitu untuk memproduksi hormon, memproduksi vitamin D, dan membentuk sel tubuh yang sehat. Namun, kadar kolesterol berlebihan justru menyebabkan gangguan kesehatan. Oleh karena itu, agar kadar kolesterol terkendali, penting untuk mengetahui cara mengukur kadar kolesterol.

Pemeriksaan kolesterol dilakukan untuk mengetahui kadar kolesterol di darah, yang kadang disertai dengan pengukuran kadar trigliserida. Trigliserida juga merupakan salah satu jenis lemak. Kadar kolesterol dan trigliserida yang tidak terkendali adalah penyebab beragam penyakit serius, misalnya penyakit jantung, hipertensi, atau stroke. Salah satu cara mengontrol dan memantau kadar kolesterol di darah adalah melakukan pemeriksaan kolesterol secara rutin. Simak informasi selengkapnya mengenai prosedur dan cara mengukur kadar kolesterol di artikel ini.

 Apa Saja yang Diperiksa Saat Pemeriksaan Kolesterol?

Pemeriksaan kolesterol adalah metode pengukuran empat jenis lemak di darah, yaitu:

1. Kolesterol baik (high density lipoprotein/HDL)

HDL atau kolesterol baik berfungsi untuk membuang kolesterol jahat dari darah dan mencegah penumpukan lemak di pembuluh darah. Kadar HDL yang normal adalah sekitar 40 mg/dL atau lebih. Jika kadar HDL di bawah normal, seseorang berisiko terkena penyakit jantung.

2. Kolesterol jahat (low density lipoprotein/LDL)

LDL atau kolesterol jahat adalah kolesterol yang menyebabkan risiko penyakit jantung dan stroke jika menumpuk di pembuluh darah. Kadar LDL yang normal adalah di bawah 100-129 mg/dL. Jika kadar LDL di atas batas normal, seseorang berisiko terkena aterosklerosis atau pembentukan plak di pembuluh darah dan penyakit jantung.

3. Trigliserida

Seperti halnya LDL, kadar trigliserida yang terlalu tinggi juga meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Kadar trigliserida yang normal adalah di bawah 150 mg/dL.

4. Kolesterol total

Kolesterol total adalah kadar kolesterol di darah secara keseluruhan, yaitu HDL, LDL, dan trigliserida. Kadar kolesterol total yang normal adalah di bawah 200 mg/dL.

Meski demikian, hasil pemeriksaan kadar kolesterol normal mungkin berbeda di setiap laboratorium. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan hasil yang tidak normal, konsultasikan ke dokter.

Prosedur Pemeriksaan Kolesterol

Sampel darah adalah indikator dalam pemeriksaan kolesterol. Oleh karena itu, dokter umumnya menyarankan pasien untuk berpuasa setidaknya 9-12 jam sebelum pengambilan sampel darah. Puasa makanan ini umumnya dimulai setelah makan malam hingga tidur, kemudian pengambilan sampel darah dan pengukuran kadar kolesterol akan dilakukan keesokan harinya di laboratorium. Selain itu, dokter akan mengevaluasi pola makan, aktivitas fisik, berat badan, dan riwayat penyakit, misalnya diabetes, kolesterol tinggi, penyakit jantung, dan hipertensi.

Pemeriksaan kolesterol dapat dilakukan secara rutin sejak Anda berusia 20 tahun jika Anda mengidap diabetes, perokok aktif, dan memiliki riwayat keluarga pengidap kolesterol tinggi. Namun, jika Anda tidak memiliki faktor-faktor risiko tersebut, pemeriksaan kolesterol bisa dilakukan sejak usia 35 tahun. Untuk mengetahui seberapa sering pemeriksaan kolesterol yang perlu dilakukan, konsultasikan ke dokter. Pemeriksaan kolesterol secara rutin penting dilakukan agar kadar kolesterol di darah terkendali. Jika Anda tidak mengidap kondisi kesehatan khusus, pemeriksaan kolesterol tetap perlu dilakukan setidaknya 5 tahun sekali.

Jika Anda didiagnosis kolesterol tinggi, konsultasikan ke dokter untuk diberikan penanganan lebih lanjut, misalnya rekomendasi terkait pemberian obat-obatan penurun kolesterol dan perubahan pola hidup. Untuk mengendalikan kadar kolesterol, Anda dianjurkan untuk menerapkan pola hidup sehat, misalnya rutin berolahraga, perbanyak asupan makanan rendah lemak atau berlemak sehat, berhenti merokok, membatasi makanan berlemak tinggi, dan membatasi konsumsi minuman beralkohol.

Cara Mengukur Kadar Kolesterol

Seperti disebutkan sebelumnya, pengambilan sampel darah menjadi indikator pemeriksaan kolesterol. Berikut prosedur pengukuran kadar kolesterol yang akan dilakukan oleh dokter atau tenaga medis terlatih lainnya:

  • Memasang ikatan elastis sekitar lengan bagian atas untuk menghambat aliran darah. Hal ini bertujuan untuk memperbesar pembuluh darah di bawah ikatan, sehingga memungkinkan penyuntikan jarum ke dalam pembuluh.
  • Membersihkan area tubuh yang akan disuntik dengan penggunaan alkohol.
  • Penyuntikan jarum ke pembuluh darah oleh tenaga medis.
  • Pemasangan tabung ke jarum suntik dan pengisian tabung dengan darah.
  • Ikatan yang ada di lengan akan dilepastkan ketika pengambilan darah selesai.
  • Setelah penyuntikan, tenaga medis akan menempelkan kapas atau kain kasa di area yang disuntik.
  • Menekan area yang disuntik untuk dipasang perban.

Siapa yang Perlu Melakukan Pemeriksaan Kolesterol?

Kolesterol tinggi umumnya tidak menimbulkan tanda dan gejala awal yang signifikan. Tanda dan gejala umumnya baru muncul ketika sudah terjadi komplikasi. Oleh karena itu, pemeriksaan kolesterol penting dilakukan untuk mendeteksi kadar kolesterol tinggi secara dini. Kolesterol tinggi yang tidak terdeteksi dan tidak ditangani dengan tepat dapat meningkatkan risiko penyakit serius, misalnya serangan jantung, aterosklerosis, dan stroke. Apalagi, kolesterol tinggi berisiko dialami oleh siapa saja, mulai dari orang tua hingga anak muda. Hal ini dikarenakan kadar kolesterol dipengaruhi oleh gen dan gaya hidup.

Oleh karena itu, pemeriksaan kolesterol umumnya dilakukan secara bersamaan dengan tes lain untuk mengetahui kesehatan organ jantung, misalnya tes tekanan darah, lingkar pinggang, dan pemeriksaan body mass index (BMI).

Meski kolesterol tinggi berisiko dialami oleh siapa saja, namun ada beragam kondisi yang mengharuskan seseorang untuk melakukan pemeriksaan kolesterol lebih sering, yaitu:

  • Berat badan berlebih atau obesitas.
  • Riwayat keluarga pengidap kolesterol tinggi atau serangan jantung.
  • Pengidap diabetes.
  • Jarang olahraga.
  • Perokok aktif.
  • Kebiasaan mengonsumsi makanan tidak sehat.
  • Pria berusia di atas 45 tahun.
  • Perempuan berusia di atas 55 tahun.

Para ahli merekomendasikan orang dewasa yang tidak memiliki faktor risiko untuk melakukan pemeriksaan kolesterol setiap lima tahun sekali. Namun, jika Anda memiliki faktor risiko kolesterol tinggi di atas, frekuensi pemeriksaan kolesterol perlu ditingkatkan. Sedangkan anak-anak dengan faktor risiko penyakit jantung, dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan kolesterol pertama pada usia antara 2 dan 10 tahun.

Persiapan Pemeriksaan Kadar Kolesterol

Sebelum melakukan pemeriksaan kolesterol, ada hal-hal yang perlu dipersiapkan, yaitu:

  • Tidak mengonsumsi makanan tinggi lemak di malam hari.
  • Tidak mengonsumsi minuman beralkohol.
  • Tidak berolahraga.
  • Berpuasa setidaknya 9-12 jam sebelum pengambilan sampel darah Anda. Namun, Anda diperbolehkan mengonsumsi air mineral selama berpuasa.

Meski demikian, tidak semua pemeriksaan kolesterol mengharuskan persiapan di atas. Oleh karena itu, konsultasikan ke dokter untuk mengetahui perlu tidaknya melakukan persiapan sebelum pemeriksaan kolesterol. Selain itu, Anda perlu memberi tahu dokter mengenai obat atau suplemen yang sedang dikonsumsi sebelum pemeriksaan kolesterol agar tidak memengaruhi hasil pemeriksaan.

Share this post


Best Seller Products

has been added to your cart.
Checkout