Cacar Monyet: Gejala dan Cara Mengobatinya

ditinjau oleh dr. Carlinda Nekawaty

Sejak ditetapkan sebagai darurat kesehatan global oleh WHO, cacar monyet diketahui menyebar dengan sangat cepat di luar wilayah endemi, termasuk Indonesia. Indonesia mengumumkan kasus cacar monyet pertama pada 20 Agustus yang lalu.

Dikutip dari Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Mohammad Syahril, kasus cacar monyet pertama di Indonesia terkonfirmasi di DKI Jakarta. Apa itu cacar monyet dan ciri-cirinya, serta bisakah penyakit ini disembuhkan? Berikut penjelasannya.

Ciri-Ciri Cacar Monyet

Cacar monyet adalah penyakit zoonosis langka yang disebabkan oleh infeksi virus monkeypox. Virus ini termasuk dalam genus Orthopoxvirus dalam famili Poxviridae

Gejala cacar monyet mirip dengan gejala cacar air, namun lebih ringan. Cacar monyet mempunyai masa inkubasi yang biasanya berkisar dari 5-13 hari tetapi dapat pula 5-21 hari, dan dalam rentang waktu tersebut gejala akan timbul pada seseorang yang terpapar virus monkeypox. Saat seseorang terkena cacar monyet, ia akan mengalami dua periode gejala selama masa inkubasi, yaitu: Pertama masa invasi. yaitu terjadi pada 0 hingga 5 hari, biasanya dimulai dengan gejala demam, sakit kepala, nyeri otot, dan kelelahan. Kedua, masa erupsi, yaitu 1 hingga 3 hari (kadang-kadang lebih lama) setelah munculnya gejala demam, penderita akan mengalami ruam yang biasanya dimulai pada wajah, kemudian menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Berikut adalah gejala dan tanda cacar monyet yang perlu diwaspadai:

  • Demam.
  • Sakit kepala.
  • Sakit punggung.
  • Asthenia (kelemahan tubuh).
  • Nyeri otot.
  • Limfadenopati (pembesaran kelenjar getah bening).
  • Lesi cacar (benjolan berisi air ataupun nanah pada seluruh tubuh).

Cacar monyet biasanya berlangsung selama 2-4 minggu. Di Afrika, cacar monyet bahkan terbukti menyebabkan kematian pada 1 dari 10 orang yang terinfeksi penyakit tersebut.

Perbedaan Cacar Monyet dan Cacar Air

Jika dilihat sekilas, cacar monyet dan cacar air memiliki penampakan yang hampir sama. Namun, ada beberapa perbedaan mendasar pada jenis virus, gejala, serta perkembangan keduanya.

Cacar monyet disebabkan oleh virus monkeypox, sedangkan cacar air disebabkan oleh virus Varicella-zoster. Cacar monyet biasanya menimbulkan beberapa gejala secara klinis, seperti ruam, demam, pembengkakan kelenjar getah bening, bahkan bisa menyebabkan berbagai komplikasi medis.

Secara umum, cacar monyet merupakan penyakit yang dapat sembuh dengan sendirinya dengan gejala yang berlangsung dari dua hingga empat minggu. Namun, jika tidak ditangani segera, penyakit ini dapat menimbulkan komplikasi serius yang dapat membahayakan nyawa.

Sedangkan, gejala cacar air atau chickenpox dapat berupa ruam gatal dengan lepuh kecil berisi cairan. Ruam melepuh tersebut biasanya muncul 10 hingga 21 hari setelah terpapar virus dan biasanya berlangsung sekitar lima hingga 10 hari. Selain itu, ada beberapa gejala lain yang mungkin muncul 1 hingga 2 hari sebelum munculnya ruam lepuh pada kulit, misalnya sakit kepala, demam, kehilangan selera makan, hingga kelelahan dan perasaan tidak sehat secara umum.

Cacar air disebabkan oleh infeksi virus Varicella-zoster yang sangat menular terhadap orang yang belum pernah mengidapnya. Selain itu, mereka yang belum menerima vaksin cacar juga sangat rentan untuk tertular. Kesimpulannya, perbedaan utama cacar monyet dan cacar air adalah cacar monyet menimbulkan pembengkakan kelenjar getah bening, sedangkan cacar air tidak.

Pencegahan Cacar Monyet

Cacar monyet umumnya menimbulkan gejala ringan dan bisa sembuh dengan sendirinya dalam 2-4 minggu. Sedangkan, penyebarannya dapat dicegah dengan vaksin cacar monyet. Ada beberapa tindakan yang dapat dilakukan untuk mencegah infeksi virus cacar monyet, yaitu:

  • Hindari kontak dengan hewan yang dapat menjadi reservoir virus (termasuk hewan yang sakit atau yang ditemukan mati di daerah di mana cacar monyet terjadi).
  • Hindari kontak dengan bahan apa pun, seperti tempat tidur yang pernah bersentuhan dengan hewan yang sakit.
  • Pisahkan pasien yang terinfeksi dari orang lain yang mungkin berisiko terinfeksi.
  • Lakukan cuci tangan yang baik dan benar setelah kontak dengan hewan atau manusia yang terinfeksi.
  • Menggunakan alat pelindung diri (APD) saat merawat pasien yang terinfeksi
  • Memasak daging dengan benar dan matang

Selain itu, berikut beberapa cara lainnya yang dapat Anda lakukan dengan mudah:

  • Menghindari kontak dengan hewan liar atau mengonsumsi dagingnya.
  • Mencuci tangan dengan air dan sabun atau hand sanitizer secara rutin, sebelum memasak atau mengolah makanan, sebelum makan, sebelum membersihkan luka, dan sebelum menyentuh hidung atau mata.
  • Memasak bahan makanan, terutama daging, hingga matang.
  • Menghindari penggunaan alat makan bergantian dengan orang lain. Selain itu, tidak menggunakan barang yang sama dengan orang yang terinfeksi cacar monyet.

Berapa Lama Penyembuhan Cacar Monyet?

Dikutip dari Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI dr. Mohammad Syahril, Sp.P, MPH, monkeypox atau cacar monyet dapat menular dari hewan ke hewan dan dari hewan ke manusia. Penularan dari hewan ke manusia melalui cairan tubuh, terutama bagian tubuh yang ada cacar seperti di sekitar muka atau tubuh hewan. Selain itu, penularan ke manusia bisa melalui daging hewan tersebut yang tidak dimasak secara matang.

Sedangkan, penularan dari manusia ke manusia bisa melalui udara, cairan tubuh, atau cacar yang ada di muka, mulut, tangan, maupun badan. Penularan dari kontak langsung adalah melalui saluran napas atau terjadi droplet.

Dr. Syahril menyatakan bahwa cacar monyet bisa sembuh sendiri setelah 2-4 minggu pasca masa inkubasinya selesai. Dari negara-negara yang melaporkan kasus monkeypox, hanya sekitar 10% pasien dirawat di rumah sakit. Selain itu, hingga saat ini, belum ada kasus kematian yang disebabkan oleh monkeypox di negara-negara yang sudah melaporkan.

Agar terhindar dari penularan cacar monyet yang sangat cepat, Anda perlu menerapkan pola hidup sehat untuk menjaga daya tahan tubuh. Untuk membantu memelihara daya tahan tubuh, Anda dapat mengonsumsi multivitamin yang mengandung vitamin C 1000, salah satunya seperti Pyfahealth Vitamin C-1000. 

Beli Vitamin di sini