Blog

bagaimana cara memilih pembalut yang aman dan cara penggunaannya? Baca selengkapnya di artikel ini.

Tips Memilih Pembalut yang Aman dan Cara Tepat Penggunaannya

Pemilihan pembalut yang aman tidak hanya untuk meningkatkan kenyamanan Anda saat beraktivitas. Penggunaan pembalut yang tepat juga penting untuk menjaga kesehatan reproduksi wanita. Ketahui lebih lanjut mengenai cara memilih pembalut yang aman.

Ada beragam manfaat penggunaan pembalut yang aman, mulai dari kenyamanan hingga mengurangi risiko infeksi atau iritasi pada organ intim. Lalu, bagaimana cara memilih pembalut yang aman dan cara penggunaannya? Baca selengkapnya di artikel ini.

Lihat Juga: Cegah bocor saat haid dengan pilihan yang tepat

Tips Memilih Pembalut yang Aman dan Nyaman

Syarat utama dari produk pembalut yang aman adalah sudah lulus uji klinis dan memiliki izin edar dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Selain itu, berikut tips yang bisa diterapkan untuk memilih pembalut yang aman:

  • Ada tulisan SNI yang tercantum di produk pembalut.
  • Pastikan produk pembalut tidak melewati masa kedaluwarsa.
  • Pastikan kondisi pembalut tidak rusak saat dipakai dan tidak berbau.
  • Pastikan pembalut terjaga kebersihannya sebelum dipakai.

Anda juga perlu menghindari pembalut dengan kandungan deodoran atau parfum. Pembalut dengan kandungan bahan kimia umumnya tidak ramah untuk kulit dan memicu iritasi di vagina.

Cara Penggunaan Pembalut yang Tepat

Setelah mengetahui tips memilih produk pembalut yang aman, Anda juga perlu mengetahui cara penggunaan pembalut yang tepat. Berikut panduannya:

  • Sebelum memakai pembalut, pastikan tangan dan vagina dibersihkan dengan air dan dikeringkan dengan handuk lembut.
  • Pilih pembalut sesuai dengan kondisi Anda, misalnya jika Anda nyaman dengan penggunaan pembalut “bersayap”, jangan ragu memilih jenis pembalut tersebut.
  • Rutin mengganti pembalut setidaknya 3 jam sekali, meski darah menstruasi tidak banyak.
  • Tingkatkan frekuensi mengganti pembalut, terutama jika darah menstruasi yang keluar deras. Cara ini bertujuan untuk mencegah bakteri menumpuk, bau tidak sedap di vagina, dan kebocoran.

Tips Mengurangi Risiko Penggunaan Pembalut Sekali Pakai

Dugaan kandungan bahan kimia berbahaya pada pembalut sekali menimbulkan pro dan kontra. Oleh karena itu, untuk mengurangi risiko penggunaan pembalut sekali pakai, berikut cara-cara yang bisa diterapkan:

  • Pilih pembalut sekali pakai dengan izin edar dari Kementerian Kesehatan. Izin edar tersebut umumnya tercantum di kemasan.
  • Cek bahan-bahan pembalut yang ada di label kemasan.
  • Pilih pembalut tanpa wewangian atau parfum untuk mencegah risiko iritasi di vagina.
  • Ganti pembalut setidaknya 6 jam sekali. Jika darah menstruasi deras, tingkatkan frekuensi mengganti pembalut setidaknya 4 jam sekali. Mengganti pembalut secara rutin bermanfaat untuk mencegah pertumbuhan bakteri dan mencegah bau tidak sedap di vagina.

Itulah penjelasan mengenai cara memilih pembalut yang aman dan cara penggunaannya. Selain pembalut sekali pakai, pembalut kain atau menstrual cup juga bisa menjadi pilihan, tergantung kondisi dan kebutuhan Anda. Jika ada pertanyaan mengenai jenis pembalut yang aman untuk Anda, konsultasikan ke dokter. Dengan begitu, dokter bisa merekomendasikan pembalut yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan Anda. Jika muncul keluhan-keluhan tertentu setelah penggunaan pembalut wanita, misalnya bengkak, gatal, dan ruam, konsultasikan ke dokter spesialis obstetri dan ginekologi untuk diberikan penanganan yang tepat dan rekomendasi jenis dan cara penggunaan pembalut yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda.

Share this post


Best Seller Products

has been added to your cart.
Checkout