Sinar Matahari Mengandung Vitamin Apa? Ini Jawabannya

Sinar Matahari Mengandung Vitamin Apa? Ini Jawabannya

Sinar Matahari Mengandung Vitamin Apa – Beberapa orang mungkin lebih memilih untuk menghindari sinar matahari. Meskipun berjemur di bawah sinar matahari memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, namun hal itu tidak boleh dilakukan sembarangan. Ada waktu-waktu tertentu yang memang boleh dilakukan, ada pula waktu yang seharusnya dihindari.

Alasan mengapa sinar matahari baik bagi kesehatan tentu karena sinar matahari mengandung vitamin D. Lantas, apa saja manfaat vitamin D bagi tubuh?

Manfaat Vitamin D yang Terkandung dalam Sinar Matahari

Faktanya, banyak orang tidak mendapatkan cukup vitamin D karena mereka memilih untuk menghindari paparan sinar matahari. Bahkan, diperkirakan lebih dari 40% orang dewasa yang tinggal di Amerika menderita kekurangan vitamin D.

Apa alasan mengapa vitamin D dibutuhkan oleh tubuh?

Sinar matahari yang baik adalah saat pagi hari. Saat itu, sinar matahari akan menghasilkan UV (ultraviolet) yang apabila terkena permukaan kulit, maka tubuh akan mengolahnya menjadi ke vitamin D.

Vitamin D sangat dibutuhkan untuk membantu fungsi metabolisme kalsium dan imunitas tubuh. Tidak hanya itu, vitamin D juga berfungsi untuk mentransmisikan antara kerja otot dengan sistem saraf.

Oleh karena itu, vitamin D yang terdapat dari sinar matahari sangat penting bagi tubuh. Di sisi lain, kandungan vitamin D juga baik untuk proses pembuatan sel dalam usus, sehingga bisa membantu proses penyerapan kalsium, fosfor, dan mineral penting lainnya, khususnya bagi kekuatan dan kesehatan Kesehatan Tulang. Hal itu jugalah yang menjadi alasan mengapa bayi biasanya dijemur di bawah sinar matahari saat pagi hari.

Bagaimana jika kamu kekurangan vitamin D?

Dalam beberapa kasus, kekurangan vitamin D bisa menimbulkan beberapa masalah kesehatan. Bahkan, diantaranya terbilang cukup berbahaya, seperti osteoporosis, kanker, depresi, kelemahan otot, hingga kematian.

Meskipun kamu bisa mendapat asupan vitamin D dengan mengonsumsi sumber makanan yang mengandung vitamin tersebut, tetapi hasilnya tentu tidak sebaik jika asupan tersebut dikombinasikan dengan vitamin D yang didapatkan dari sinar matahari pagi.

Makanan apa saja yang bisa memberikan asupan vitamin D?

Beberapa makanan yang mengandung vitamin D sebenarnya cukup beragam. Namun, yang paling mudah dan umum ditemui yaitu minyak ikan, ikan pedang, salmon, tuna kalengan, hati sapi, kuning telur, dan sarden.

Jika kamu ingin memenuhi asupan harian vitamin D, terutama bagi kamu yang berada di masa pertumbuhan, kamu wajib mengonsumsi makanan tersebut secara teratur setiap hari. Pastikan pula tubuh mendapatkan cukup sinar matahari.

Penting untuk dicatat, sinar matahari UVB tidak dapat menembus jendela. Jadi, meskipun kamu berada di dekat jendela yang mendapat sinar matahari pagi langsung, kamu masih rentan kekurangan vitamin ini. Maka, konsumsi suplemen minyak ikan untuk melengkapinya.

Mengapa suplemen minyak ikan sangat dianjurkan? Sebab, dalam setiap satu sendok makan atau setara 14 gram minyak ikan, kamu bisa mendapat lebih dari tiga kali lipat vitamin D.

Mengapa vitamin D itu penting?

Pada dasarnya, tubuh manusia tidak dapat menghasilkan vitamin D dengan sendirinya. Selain itu, sumber makanan yang mengandung vitamin D cukup terbatas dan hanya tersedia pada jenis tertentu saja.

Hal itulah yang menjadi alasan mengapa paparan sinar matahari di pagi hari bisa menjadi alternatifnya. Tercukupinya asupan vitamin D dalam tubuh dapat mencegah berbagai masalah kesehatan.

Contohnya seperti rheumatoid arthritis, tuberculosis, multiple sclerosis, diabetes tipe-1, dan osteomalacia. Kekurangan vitamin D pada anak juga dapat menyebabkan penyakit rolid.

Selain itu, berjemur di bawah sinar matahari pagi juga diyakini bisa mengurangi risiko infeksi virus corona, meskipun hal ini masih butuh penelitian lebih lanjut.

Sinar matahari juga memainkan peran penting dalam memelihara dan menjaga kesehatan kulit. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan jika sinar matahari dapat mengatasi sejumlah masalah kulit. Beberapa dokter pun merekomendasikannya untuk menangani masalah seperti eksim, penyakit kuning, dan psoriasis.

Tertarik membeli vitamin D untuk memenuhi kebutuhan harianmu? Kamu bisa membelinya di Official Store Pyfa Health. Yuk, cek produknya sekarang dan dapatkan diskon menarik setiap pembelian melalui Shopee. Klik banner di bawah ini, ya!

Official Store Pyfahealth

Kapan sebaiknya berjemur sinar matahari langsung?

Meskipun banyak silang pendapat tentang hal ini, namun banyak yang menyepakati jika waktu terbaik adalah pukul 10.00 pagi. Mengapa? Karena saat itu tubuh akan mendapat ultraviolet B (UVB) yang dipancarkan dari sinar matahari kala itu.

Sedangkan, jika sudah melewati waktu tersebut ataupun terlampua siang, maka kekuatan UVB yang dihasilkan justru berlebihan dan tentu saja hal itu tidak baik bagi kulit. Jadi, hindari berjemur di kisaran jam 10.00-16.00 karena dapat menyebabkan kerusakan kulit dan meningkatkan risiko kanker kulit.

Sebagai perlindungan, jika kamu ingin keluar rumah di jam tersebut, maka gunakan topi, pakaian lengan panjang, celana panjang, dan kacamata anti-UV yang bisa meminimalkan penyebaran paparan sinar matahari di jam-jam tersebut. Jika perlu, gunakan payung atau berlindung di bawah atap ketika matahari berada di titik teriknya.

Bagaimana menghindari efek buruk sinar matahari di siang hari?

Tak jarang, jika sudah menyentuh waktu tersebut, sebaiknya kamu menggunakan produk lotion yang mengandung SPF. Lotion SPF juga disarankan ketika kamu menggunakan lotion pemutih tubuh. Perlu diingat, sebaiknya kamu berkonsultasi terlebih dahulu dengan ahli kulit sebelum menggunakan produk pemutih.

Kembali ke pembahasan sebelumnya, apabila kamu diharuskan keluar rumah saat siang hari, berikut ini adalah beberapa tips yang bisa membuat kamu lebih nyaman dan aman ketika terpapar sinar matahari langsung saat siang hari.

  1. Gunakan lotion kulit pelindung matahari yang mengandung setidaknya SPF 24 atau di atasnya.
  2. Oleskan lotion SPF antara 20-30 menit sebelum meninggalkan rumah. Hal ini dilakukan agar ada cukup waktu bagi kulit untuk menyerap lotion sehingga bisa bekerja secara efektif.
  3. Perhatikan periode kadaluarsa produk lotion tersebut agar masih aman digunakan.
  4. Simpan lotion SPF di tempat yang sejuk dan terhindar langsung dari sorotan matahari.

Perlu diingat, lotion SPF hanya dapat melindungi kulit dari panas matahari untuk sementara waktu. Dengan kata lain, oleskan kembali lotion setelah beberapa jam jika kamu masih di luar ruangan.

Disarankan pula untuk mengulangi penggunaan lotion setiap dua jam, khususnya setelah berenang atau kegiatan olahraga yang membuat kamu mengeluarkan banyak keringat.

Nah, itulah sedikit penjelasan mengenai sinar matahari dan vitamin D. Jadi, apabila ada yang bertanya, “sinar matahari mengandung vitamin apa?” Tentu jawabannya adalah vitamin D.

Rekomendasi Suplemen Vitamin D

Share this post


Best Seller Products

has been added to your cart.
Checkout