Ini Dia 11 Penyebab Darah Rendah yang Perlu Diketahui
Penyebab Darah Rendah – Tekanan darah rendah atau hipotensi adalah kondisi ketika tekanan darah berada di bawah kisaran normal. Secara umum, tekanan darah di bawah 90/60 mmHg dapat dikategorikan sebagai tekanan darah rendah. Namun, angka tersebut tidak selalu berarti seseorang mengalami masalah kesehatan karena sebagian orang memang memiliki tekanan darah rendah tanpa merasakan keluhan apa pun.
Ketika menimbulkan gejala, darah rendah dapat membuat seseorang merasa pusing, lemas, mudah lelah, penglihatan kabur, mual, sulit berkonsentrasi, bahkan pingsan. Gejala dapat muncul ketika tekanan darah turun secara tiba-tiba atau ketika tubuh tidak mampu menyesuaikan tekanan darah dengan perubahan posisi.
Penyebab Darah Rendah
Lalu, apa saja penyebab darah rendah? Kondisinya bisa dipengaruhi oleh kebiasaan sehari-hari, obat-obatan, kehamilan, maupun penyakit tertentu. Berikut penjelasan lengkapnya.
1. Dehidrasi
Salah satu penyebab darah rendah yang cukup umum adalah dehidrasi. Ketika tubuh kehilangan terlalu banyak cairan, jumlah darah dalam tubuh ikut berkurang sehingga tekanan darah dapat menurun.
Dehidrasi dapat terjadi akibat kurang minum, demam, muntah, diare berat, olahraga berlebihan, atau kondisi lain yang menyebabkan tubuh kehilangan banyak cairan.
Selain tekanan darah menurun, dehidrasi juga dapat menyebabkan mulut kering, lemas, urine berwarna lebih gelap, dan pusing, terutama ketika berdiri.
2. Kehilangan Darah
Kehilangan darah dalam jumlah banyak dapat menyebabkan volume darah di dalam tubuh berkurang. Kondisi tersebut kemudian dapat membuat tekanan darah turun secara signifikan.
Kehilangan darah dapat disebabkan oleh cedera berat, perdarahan setelah operasi, maupun perdarahan internal. Jika penurunan tekanan darah terjadi secara tiba-tiba dan disertai kelemahan berat atau penurunan kesadaran, kondisi tersebut membutuhkan pertolongan medis segera.
3. Berdiri Secara Tiba-Tiba
Darah rendah juga dapat terjadi ketika seseorang mengalami hipotensi ortostatik, yaitu penurunan tekanan darah ketika berpindah posisi dari duduk atau berbaring menjadi berdiri.
Tubuh biasanya akan menyesuaikan tekanan darah ketika seseorang berdiri. Namun, pada kondisi tertentu, proses penyesuaian tersebut tidak berlangsung cukup cepat sehingga seseorang dapat merasa pusing, berkunang-kunang, atau bahkan pingsan.
Kondisi ini lebih sering ditemukan pada orang lanjut usia, tetapi juga dapat dialami oleh orang yang mengalami dehidrasi, sedang menjalani tirah baring dalam waktu lama, atau menggunakan obat tertentu.
4. Kehamilan
Kehamilan juga dapat menjadi salah satu penyebab darah rendah. Selama kehamilan, tubuh mengalami berbagai perubahan yang dapat membuat tekanan darah menurun, terutama pada periode awal hingga pertengahan kehamilan.
Pada banyak kasus, tekanan darah kemudian kembali mendekati kondisi sebelum hamil setelah persalinan. Namun, jika ibu hamil mengalami pusing berat, pingsan, atau keluhan lainnya, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.
5. Efek Samping Obat Tertentu
Beberapa jenis obat dapat menyebabkan tekanan darah menjadi lebih rendah. Obat untuk tekanan darah tinggi merupakan salah satu contohnya. Selain itu, beberapa obat untuk penyakit jantung, Parkinson, depresi, dan kondisi lainnya juga dapat memengaruhi tekanan darah.
Karena itu, jika seseorang mulai mengalami pusing atau lemas setelah mengonsumsi obat tertentu, jangan langsung menghentikan obat tersebut sendiri. Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter untuk mengetahui apakah obat atau dosisnya perlu disesuaikan.
6. Masalah pada Jantung
Kondisi tertentu yang memengaruhi kemampuan jantung dalam memompa darah dapat menjadi penyebab darah rendah. Beberapa di antaranya adalah gangguan irama jantung, gagal jantung, penyakit katup jantung, serangan jantung, atau denyut jantung yang terlalu lambat.
Jika jantung tidak mampu memompa darah secara optimal, tekanan darah dapat mengalami penurunan. Darah rendah yang berkaitan dengan masalah jantung perlu mendapatkan evaluasi medis agar penyebabnya dapat diketahui.
7. Gangguan Hormon
Gangguan pada sistem hormon juga dapat memengaruhi tekanan darah. Beberapa kondisi yang berkaitan dengan hormon, seperti penyakit Addison, dapat menyebabkan tekanan darah turun.
Selain itu, kadar gula darah yang terlalu rendah dan diabetes juga dapat berhubungan dengan tekanan darah rendah dalam kondisi tertentu.
8. Kekurangan Nutrisi
Kekurangan nutrisi tertentu juga dapat berkontribusi terhadap kondisi yang menyebabkan tekanan darah rendah. Kekurangan vitamin B12, folat, dan zat besi, misalnya, dapat menyebabkan anemia karena tubuh tidak mampu memproduksi cukup sel darah merah yang sehat. Kondisi tersebut dapat berkaitan dengan tekanan darah yang rendah.
Oleh karena itu, pola makan seimbang penting untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh. Jika dicurigai mengalami kekurangan vitamin atau mineral, pemeriksaan medis dapat membantu menentukan penyebabnya.
9. Infeksi Berat
Infeksi berat yang menyebar ke seluruh tubuh dapat menyebabkan tekanan darah turun secara drastis. Kondisi ini dikenal sebagai syok septik (septic shock) dan merupakan keadaan darurat medis.
Tekanan darah yang turun akibat infeksi berat biasanya disertai gejala lain yang serius. Karena itu, penurunan tekanan darah secara tiba-tiba, terutama ketika disertai demam tinggi, kebingungan, napas cepat, atau kondisi tubuh yang sangat lemah, membutuhkan penanganan segera.
10. Reaksi Alergi Berat
Reaksi alergi yang sangat berat atau anafilaksis juga dapat menjadi penyebab darah rendah. Anafilaksis dapat terjadi secara tiba-tiba dan menyebabkan penurunan tekanan darah yang signifikan.
Kondisi ini dapat disertai kesulitan bernapas, pembengkakan, gatal-gatal, atau gangguan kesadaran sehingga membutuhkan pertolongan medis darurat.
11. Konsumsi Alkohol
Alkohol dapat memengaruhi tekanan darah dan pada kondisi tertentu membuat tekanan darah turun. Risiko tersebut dapat semakin diperhatikan jika konsumsi alkohol terjadi bersamaan dengan obat-obatan yang juga dapat menurunkan tekanan darah.
Karena itu, seseorang yang sering mengalami gejala darah rendah sebaiknya memperhatikan konsumsi alkohol dan mendiskusikannya dengan dokter, terutama jika sedang menjalani pengobatan tertentu.
Kapan Darah Rendah Perlu Diperiksakan?
Tidak semua tekanan darah rendah membutuhkan pengobatan. Jika seseorang memiliki tekanan darah rendah tetapi tidak mengalami gejala, kondisi tersebut bisa saja merupakan keadaan normal bagi tubuhnya.
Namun, pemeriksaan sebaiknya dilakukan jika pusing atau pingsan sering terjadi, terutama ketika keluhan muncul berulang kali atau semakin berat. Tekanan darah yang turun secara tiba-tiba juga perlu diperhatikan karena dapat menjadi tanda adanya kondisi medis tertentu.
Jika darah rendah disertai nyeri dada, pingsan, cedera akibat jatuh, napas cepat, kulit dingin dan berkeringat, atau tanda-tanda syok, segera cari pertolongan medis.
Kesimpulan
Penyebab darah rendah sangat beragam, mulai dari dehidrasi, kehilangan darah, perubahan posisi tubuh, kehamilan, efek obat, kekurangan nutrisi, hingga masalah pada jantung, hormon, infeksi berat, dan reaksi alergi. Tekanan darah rendah tidak selalu berbahaya, terutama jika tidak menimbulkan gejala.
Namun, jika tekanan darah sering rendah dan disertai pusing, lemas, atau pingsan, penting untuk mencari tahu penyebabnya. Penanganan yang tepat bergantung pada kondisi yang mendasarinya, sehingga pemeriksaan oleh tenaga medis diperlukan jika keluhan berlangsung berulang atau semakin berat.
Frequently Asked Questions (FAQ)
1. Apakah darah rendah menyebabkan migrain?
Tekanan darah rendah (hipotensi) tidak secara langsung menyebabkan migrain, tetapi kondisi ini dapat memicu rasa pusing atau kepala terasa ringan karena kurangnya pasokan oksigen ke otak.
2. Jika tensi 80/60 apakah normal?
Tidak, tekanan darah 80/60 mmHg tidak normal. Angka ini berada di bawah batas bawah tekanan darah normal (90/60 mmHg) dan dikategorikan sebagai hipotensi atau tekanan darah rendah.
Namun, jika Anda tidak merasakan gejala apa pun, maka kondisi ini umumnya tidak berbahaya. Sebaliknya, jika Anda merasakan pusing, mual, lemas, dan pandangan kabur, segera konsultasikan dengan dokter untuk penanganan yang tepat.
3. Jika darah rendah apa yang harus dilakukan?
Saat mengalami darah rendah (hipotensi) dan merasa pusing atau lemas, segera berbaring dan angkat kaki lebih tinggi dari jantung agar aliran darah kembali lancar ke otak. Minumlah air putih, teh manis, atau kopi hangat untuk menaikkan tensi dengan cepat, serta makan sedikit makanan asin yang mengandung garam.
Referensi:
- https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/21156-low-blood-pressure-hypotension.
- https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/low-blood-pressure/symptoms-causes/syc-20355465.




