Penyebab dan Gejala Radang Usus Buntu

radang usus buntu

Penyebab dan Gejala Radang Usus Buntu

Radang usus buntu adalah gangguan pencernaan berupa peradangan pada usus buntu. Meski tidak memiliki fungsi, namun usus buntu dapat membahayakan nyawa jika tidak segera ditangani. Apa penyebab dan gejala radang usus buntu?

Radang usus buntu bisa berisiko pecah dan mengeluarkan feses ke rongga perut. Kondisi ini bisa berpotensi menyebabkan infeksi yang membahayakan atau bisa juga tertutup dan membentuk abses. Agar terhindar dari penyakit ini, ketahui penyebab dan gejalanya berikut.

Penyebab Radang Usus Buntu

Meski penyebabnya belum dipastikan hingga saat ini, namun para ahli percaya bahwa usus buntu bisa disebabkan oleh penyumbatan. Penyumbatan ini bisa disebabkan oleh gumpalan feses, garam kalsium dan feses, atau pada kasus yang jarang, bisa ditimbulkan oleh tumor. Saat tersumbat, bakteri bisa tumbuh dan berkembang, sehingga menyebabkan peradangan dan infeksi.

Kondisi ini membuat usus buntu membengkak dan terisi nanah. Jika usus pecah, bakteri dapat menyebar dan menyebabkan infeksi ke seluruh tubuh. Penyebab lainnya adalah lymphoid hyperplasia yang terkait dengan penyakit peradangan, serta infeksi, seperti penyakit Crohn, campak, amebiasis, infeksi pernapasan, gastroenteritis, dan mononukleosis.

Gejala Usus Buntu

Usus buntu umumnya ditandai dengan munculnya nyeri di perut yang disebut kolik abdomen. Nyeri tersebut bisa dimulai dari pusar, kemudian bergerak ke bagian kanan bawah perut. Lokasi munculnya nyeri bisa berbeda-beda, tergantung pada usia pasien dan posisi usus buntu itu sendiri. 

Nyeri yang muncul akibat usus buntu bisa bertambah parah dalam waktu beberapa jam, terutama saat menarik napas dalam, batuk, bergerak, atau bersin. Selain itu, nyeri juga bisa muncul secara mendadak, bahkan saat penderitanya sedang tidur. Dikutip dari Mayo Clinic, gejala usus buntu lainnya dapat berupa:

  • Mual dan muntah.
  • Kehilangan nafsu makan.
  • Demam ringan.
  • Sembelit atau diare.
  • Perut membesar.
  • Tidak bisa buang gas atau kentut.

Perlu diketahui, gejala usus buntu pada bayi dan orang dewasa tidak selalu sama. Oleh karena itu, orangtua harus mengenali gejala-gejala radang usus buntu pada bayi. Berikut beberapa gejala usus buntu yang sering muncul pada bayi usia 2 tahun atau kurang:

  • Muntah.
  • Perut kembung.
  • Demam.
  • Keadaan perut membengkak, yang ketika ditepuk pelan terasa empuk. 

Sedangkan gejala usus buntu yang sering muncul pada anak-anak dan remaja, antara lain mual dan muntah, serta nyeri perut di sisi kanan bawah perut.

Pada ibu hamil, gejala usus buntu mungkin mirip dengan ketidaknyamanan selama kehamilan, seperti morning sickness. Gejalanya berupa kehilangan nafsu makan, mual, kram perut, serta muntah. Meski demikian, perlu ditekankan bahwa usus buntu saat hamil bisa menyebabkan rasa nyeri bukan di sisi kanan bawah perut, melainkan di perut bagian atas. Hal ini disebabkan posisi usus terdorong menjadi lebih tinggi akibat adanya janin pada rahim.

Gejala usus buntu lainnya pada ibu hamil adalah terasa sakit saat buang air. Gejala demam dan diare jarang terjadi pada ibu hamil. Selain itu, kemungkinan ada gejala-gejala usus buntu yang tidak disebutkan di atas. Oleh karena itu, jika Anda memiliki kekhawatiran terhadap gejala usus buntu tertentu, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan informasi lebih lengkap.

Share this post


Best Seller Products

has been added to your cart.
Checkout