Kenali Penyebab dan Gejala Kanker Ovarium
Penyebab dan Gejala Kanker Ovarium – Kanker merupakan salah satu penyakit terbesar di Indonesia dan dunia. Menurut data dari WHO, pada tahun 2022 saja, penderita kanker meningkat sekitar 20 juta dengan 9.7 juta jiwa yang meninggal dunia disebabkan kanker.
Di antaranya, kanker ovarium menjadi salah satu jenis kanker yang paling banyak diderita oleh wanita di Indonesia. Kanker ovarium dapat diderita oleh wanita dari berbagai usia, namun lebih sering ditemukan pada wanita lanjut usia. Seringkali, kanker ovarium sulit untuk dideteksi karena gejalanya baru terlihat saat kanker stadium lanjut.
Itulah mengapa, Anda harus melakukan pemeriksaan secara berkala ke dokter agar lebih cepat terdeteksi. Dengan begitu, kanker ovarium akan lebih mudah untuk ditangani sebelum mencapai stadium lanjut.
Ingin tahu semua penyebab dan gejala dari kanker ovarium? Yuk, simak artikelnya sampai habis untuk penjelasan lengkapnya.
Apa Itu Kanker Ovarium?
Kanker ovarium adalah kanker yang tumbuh dan berkembang pada ovarium atau indung telur, yang berada pada sisi kanan dan kiri rahim. Jika tidak cepat terdeteksi, sel kanker ovarium akan semakin berkembang dan merambat ke bagian tubuh lain.
Kanker ovarium yang cepat terdeteksi dan ditangani dapat meningkatkan peluang bertahan hidup bagi penderitanya. Hampir setengah dari penderita kanker ovarium bertahan hidup setidaknya 5 tahun setelah terdiagnosis. Sedangkan sepertiga dari penderita memiliki harapan hidup setidaknya selama 10 tahun.
Itulah mengapa deteksi kanker ovarium sejak dini sangat penting untuk dilakukan, sebab pengobatan bekerja paling baik saat masih pada fase awal. Beberapa jenis kanker ovarium di antaranya sebagai berikut.
- Tumor epitelial: Kanker yang berkembang pada permukaan indung telur dan merupakan jenis paling umum.
- Tumor sel germinal: Kanker yang berawal dari dalam sel yang memproduksi telur dan umumnya ditemukan pada wanita berusia muda. Kanker ovarium jenis ini memiliki tingkat kesembuhan yang tinggi.
- Tumor stromal: Kanker yang berasal dari sel-sel yang memproduksi hormon kewanitaan, yaitu estrogen dan progesteron. Kanker ovarium ini juga memiliki tingkat kesembuhan yang tinggi.
Gejala Kanker Ovarium
Kanker ovarium bisa berbahaya karena umumnya, gejalanya tidak terlihat jelas pada stadium awal. Kebanyakan pasien baru merasakan gejala kanker ovarium ketika kanker sudah menyebar ke organ lain. Beberapa gejala kanker ovarium yaitu sebagai berikut.
- Pembengkakan dan rasa tidak nyaman di bagian perut (tekanan, sebah, atau kembung).
- Perubahan kebiasaan buang air besar, seperti konstipasi atau sembelit.
- Kehilangan selera makan atau berat badan menyusut.
- Sakit punggung di bagian bawah.
- Desakan untuk buang air kecil.
Beberapa gejala lain yang mungkin muncul yaitu sebagai berikut.
- Merasa lelah yang tidak biasa.
- Penurunan berat badan yang tidak biasa.
Anda disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter jika Anda mengalami gejala-gejala tersebut secara berkelanjutan dalam satu bulan. Terutama jika Anda berusia lebih dari 60 tahun, memiliki riwayat anggota keluarga dengan kanker ginekologi, kolorektal, atau payudara.
Penyebab Kanker Ovarium
Meskipun tidak ada penyebab yang pasti dari timbulnya kanker ovarium, beberapa hal berikut ini dapat meningkatkan risiko kanker ovarium.
1. Usia
Penyebab kanker ovarium yang pertama adalah usia. Seperti jenis-jenis kanker lain, Anda akan lebih rentan terhadap kanker ovarium seiring bertambahnya usia. Risiko kanker ovarium meningkat tajam mulai dari usia 45 tahun. Sementara itu, penderita kanker ovarium terbanyak berasal dari kelompok usia 75-79 tahun.
2. Genetik
Faktor genetik juga dapat meningkatkan risiko terkena kanker ovarium. Meskipun tidak menjamin, namun memiliki anggota keluarga yang menderita kanker ovarium dapat meningkatkan risiko tersebut. Wanita dengan ibu atau saudara perempuan yang menderita kanker ovarium memiliki risiko 3 kali lebih besar untuk terkena kanker ovarium.
3. Gaya Hidup
Gaya hidup yang buruk juga dapat meningkatkan risiko kanker ovarium. Merokok dapat meningkatkan risiko terkena kanker ovarium. Semakin lama Anda merokok, semakin besar risikonya. Selain itu, obesitas juga dapat meningkatkan risiko terkena kanker ovarium.
Metode Screening Kanker Ovarium
Untuk mendeteksi kanker ovarium, ada beberapa langkah yang dilakukan yaitu sebagai berikut.
- Pemeriksaan panggul: langkah awal untuk memeriksa kesehatan rahim dan indung telur.
- Ultrasonografi panggul: memeriksa rahim, ovarium, dan daerah panggul untuk melihat apakah ada massa atau cairan abnormal di dalam perut menggunakan ultrasound.
- CT Scan atau MRI panggul: memeriksa lebih lanjut massa ovarium dan menentukan apakah ada penyebaran ke struktur di sekitarnya.
Itu dia penjelasannya mengenai penyebab dan gejala kanker ovarium. Penting bagi Anda untuk melakukan pemeriksaan secara rutin dengan dokter agar dapat mendeteksi potensi kanker ovarium sejak dini.
Ada obat yang Anda perlukan? Ayo berbelanja semua kebutuhan obat, vitamin, hingga susu dan kebutuhan harian lainnya di PYFA Health. Anda bisa mengunjungi toko kami secara langsung atau berbelanja online melalui website maupun e-commerce pilihan Anda untuk kemudahan berbelanja.
Sources:
- https://www.cancerresearchuk.org/about-cancer/ovarian-cancer.
- https://www.gleneagles.com.sg/id/health-plus/article/detecting-ovarian-cancer-early#:~:text=Kapan%20harus%20ke%20dokter&text=Sangat%20penting%20untuk%20memeriksakan%20diri,Genetika.
- https://www.gleneagles.com.sg/id/conditions-diseases/ovarian-cancer/symptoms-causes.
- https://www.who.int/news/item/01-02-2024-global-cancer-burden-growing–amidst-mounting-need-for-services.





