NPD: Penyebab, Gejala, Penanganan, dan Pencegahan

NPD- Penyebab, Gejala, Penanganan, dan Pencegahan

NPD: Penyebab, Gejala, Penanganan, dan Pencegahan

Narcissistic personality disorder (NPD) atau gangguan kepribadian narsisistik adalah gangguan mental yang ditandai dengan haus pujian dan empati yang rendah terhadap orang lain. Bahkan, untuk mewujudkan keinginannya, orang dengan kepribadian narsisistik melakukan tindakan yang membahayakan orang lain.

Gangguan kepribadian narsisistik dan kepercayaan diri adalah dua kondisi yang berbeda. Kepercayaan diri muncul dari pencapaian atau prestasi, sedangkan gangguan kepribadian narsisistik muncul akibat ketakutan akan prestasi atau pencapaian orang lain. Lalu, apa penyebab dan gejala gangguan kepribadian narsisistik, serta bisakah diatasi? Berikut penjelasannya.

Penyebab Gangguan Kepribadian Narsisistik

Hingga saat ini, penyebab gangguan kepribadian narsisistik belum bisa dipastikan. Namun, ada beragam kondisi yang bisa meningkatkan risiko gangguan kepribadian narsisistik, yaitu:

  • Trauma, baik secara verbal, seksual, atau fisik.
  • Genetik.
  • Gangguan cara kerja otak dan saraf.
  • Imitasi dari lingkungan di sekitarnya.

Dikutip dari Mayo Clinic, memuji atau mengkritik anak secara berlebihan bisa menyebabkan gangguan kepribadian narsisistik.

Gejala Gangguan Kepribadian Narsisistik

Dikutip dari laman Cleveland Clinic, ada sembilan gejala yang menandakan seseorang mengalami gangguan kepribadian narsisistik, yaitu:

  • Mementingkan diri sendiri secara berlebihan.
  • Sombong.
  • Empati rendah.
  • Berfantasi tentang kekayaan, kesuksesan, kecantikan, atau kekuatan.
  • Haus pujian untuk menutupi kelemahan diri
  • Mudah marah ketika keinginannya tidak terwujud.
  • Iri hati dan meremehkan pencapaian orang lain.
  • Memanfaatkan orang lain untuk mewujudkan keinginannya.
  • Sensitif terhadap penolakan, kritikan, dan kegagalan.

Komplikasi Gangguan Kepribadian Narsisistik

Jika tidak ditangani dengan tepat, gangguan kepribadian narsisistik bisa menimbulkan komplikasi, yaitu:

  • Gangguan kecemasan.
  • Depresi.
  • Gangguan kepribadian lain, misalnya gangguan kepribadian ambang.
  • Gangguan fisik.
  • Anoreksia.
  • Penyalahgunaan narkoba atau alkohol.
  • Keinginan untuk bunuh diri.
  • Sulit berhubungan dengan orang lain.

Penanganan Gangguan Kepribadian Narsisistik

Ada beragam metode yang dilakukan oleh terapis untuk mengatasi gangguan kepribadian narsisistik, yaitu:

1. Psikoterapi

Ada beragam jenis psikoterapi yang diberikan untuk menangani pasien NPD:

  • Terapi perilaku dialektika (DBT): jenis terapi bicara untuk pasien dengan emosi yang intens.
  • Terapi perilaku kognitif (CBT): jenis terapi untuk memperbaiki pola pikir dan perilaku dalam mengelola stres.
  • Terapi metakognitif: jenis terapi untuk melatih pasien agar bisa menilai sesuatu dari beragam sudut pandang.
  • Terapi pasangan atau keluarga: jenis terapi yang berfokus pada perbaikan komunikasi antara keluarga atau pasangan.

 2. Pemberian obat

Selain psikoterapi, dokter akan memberikan obat-obatan untuk mengurangi gejala NPD. Berikut beragam jenis obat yang diberikan:

  • Obat anticemas.
  • Antidepresan.
  • Obat antipsikotik.
  • Obat antikejang.
  • Penstabil mood.

Penanganan Gangguan Kepribadian Narsisistik di Rumah

Agar penanganan dari dokter semakin efektif, pasien NPD dianjurkan untuk melakukan perawatan secara mandiri di rumah, yaitu:

  • Mencari tahu informasi terkait narcissistic personality disorder.
  • Belajar berpikir terbuka dalam menerima pendapat orang lain.
  • Menerapkan pola hidup sehat.
  • Melakukan teknik relaksasi agar stres bisa dikelola dengan tepat, misalnya olahraga atau meditasi.
  • Fokus pada perawatan agar proses penyembuhan bisa semakin optimal.

Jika Anda mengalami gejala-gejala narcissistic personality disorder di atas, konsultasikan ke dokter atau psikolog untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dengan begitu, dokter atau psikolog bisa memberikan penanganan yang tepat.

Kesimpulan

NPD (Narcissistic Personality Disorder) adalah gangguan kepribadian yang ditandai dengan kebutuhan akan pengakuan yang berlebihan, rasa penting diri yang tinggi, serta kesulitan memahami perasaan orang lain.

Kondisi ini dapat memengaruhi hubungan sosial, pekerjaan, dan kualitas hidup penderitanya. Meski dapat menimbulkan tantangan dalam kehidupan sehari-hari, NPD dapat dikelola melalui bantuan profesional dan terapi yang tepat.

Semakin dini gangguan ini dikenali, semakin besar peluang untuk membantu penderita membangun hubungan yang lebih sehat dan meningkatkan kesejahteraan emosionalnya.

Frequently Asked Questions (FAQ)

1. Orang NPD itu seperti apa?

Orang dengan gangguan NPD (Narcissistic Personality Disorder) memiliki rasa kepentingan diri yang ekstrem. Mereka sangat haus akan pujian, namun memiliki empati yang sangat rendah terhadap perasaan atau kebutuhan orang lain di sekitarnya.

2. Apa kelemahan orang NPD?

Kelemahan terbesar penderita Narcissistic Personality Disorder (NPD) adalah harga diri yang rapuh. Di balik topeng kesombongan, mereka sangat rentan terhadap kritik, selalu haus akan validasi eksternal, dan mudah merasa hampa. Penderita NPD mudah merasa kecewa dan tidak puas saat tidak dikagumi atau diberikan perlakuan spesial dari orang sekitar.

3. Apakah orang NPD sadar dirinya NPD?

Secara umum, penderita Narcissistic Personality Disorder (NPD) tidak menyadari bahwa dirinya mengalami gangguan mental atau memiliki perilaku yang merugikan orang lain. Mereka memandang diri mereka sempurna dan selalu meyakini bahwa orang lain atau lingkungan di sekitarnya yang bermasalah. Dengan begitu, kebanyakan penderita NPD tidak mencari bantuan profesional.

4. Apakah NPD gangguan jiwa?

Ya, Narcissistic Personality Disorder (NPD) adalah salah satu jenis gangguan jiwa atau gangguan mental. NPD tidak sama dengan narsis atau percaya diri biasa, melainkan gangguan mental yang perlu didiagnosis secara profesional. NPD bahkan dapat menyebabkan depresi dan gangguan kecemasan jika tidak ditangani dengan baik.

Share this post