Ketahui Pertolongan Pertama Anak Muntah Terus
Ketika anak muntah terus, orang tua sering kali panik dan bingung harus berbuat apa. Padahal, langkah pertolongan pertama anak muntah terus yang tepat bisa membantu mencegah dehidrasi dan mempercepat pemulihan.
Kondisi ini umumnya terjadi karena infeksi saluran cerna, keracunan makanan, atau gangguan pencernaan ringan. Penanganan awal yang benar akan membantu tubuh anak pulih secara alami tanpa memperparah gejala.
Penyebab Anak Muntah
Ini beberapa penyebab muntah pada anak:
1. Infeksi
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengungkapkan infeksi adalah penyebab paling umum anak muntah. Biasanya disebabkan oleh virus, dan sering disertai gejala lain seperti demam, nyeri perut, atau diare.
Kondisi ini umumnya membaik dalam 6–24 jam. Namun, bila muntah berlangsung lebih lama, ini bisa menandakan masalah yang lebih serius.
Salah satu bentuk infeksi yang sering terjadi adalah gastroenteritis, yaitu infeksi pada saluran pencernaan.
Penyakit ini menyebabkan muntah, diare, demam, dan sakit perut. Gastroenteritis sangat mudah menular, terutama di antara anak-anak.
Bayi dan anak kecil lebih berisiko mengalami dehidrasi akibat kondisi ini. Jika bayi berusia di bawah 6 bulan mengalami muntah akibat gastroenteritis, sebaiknya segera dibawa ke dokter.
2. Keracunan Makanan
Keracunan makanan terjadi akibat bakteri atau kuman yang tumbuh pada makanan yang tidak disiapkan atau disimpan dengan baik. Gejalanya mirip dengan gastroenteritis, tetapi biasanya lebih berat.
Muntah akibat keracunan makanan biasanya muncul sekitar 1–8 jam setelah mengonsumsi makanan tertentu, dan sering kali orang lain yang makan makanan yang sama juga mengalami keluhan serupa.
Bayi dan anak kecil sangat rentan mengalami dehidrasi akibat muntah, sehingga menjaga asupan cairan menjadi bagian penting dalam pertolongan pertama anak muntah terus.
3. Mabuk Perjalanan
Mabuk perjalanan lebih sering dialami anak yang lebih besar dibandingkan bayi. Perjalanan dengan mobil, kereta, atau pesawat dapat memicu mual dan muntah.
Selain itu, wahana permainan ekstrem atau penggunaan perangkat realitas virtual juga bisa menimbulkan kondisi ini.
4. Alergi Makanan
Alergi makanan paling sering muncul pada tahun pertama kehidupan anak, terutama saat mencoba makanan baru.
Salah satu contoh yang umum adalah alergi susu sapi, yang dapat menyebabkan muntah pada bayi dan anak kecil.
Jika muntah terjadi setiap kali anak mengonsumsi makanan tertentu, kondisi ini perlu dievaluasi oleh dokter.
Pertolongan Pertama Anak Muntah Terus
Berikut ini panduan pertolongan pertama anak muntah terus yang aman dan bisa Anda lakukan di rumah.
1. Berikan Cairan Sedikit Tapi Sering
Saat anak muntah, jangan langsung memberi susu atau makanan padat. Lambung yang masih sensitif akan lebih mudah memicu muntah ulang.
Fokus utama dalam pertolongan pertama anak muntah terus adalah menjaga tubuh anak tetap terhidrasi.
Berikan cairan dalam jumlah kecil dan bertahap:
- Untuk bayi:
Berikan sekitar 1 sendok makan (15 ml) larutan oralit setiap 15–20 menit. Jika masih menyusu ASI, Anda bisa tetap menyusui lebih sering tetapi dalam durasi lebih singkat.
- Untuk anak yang lebih besar:
Berikan 1–2 sendok makan cairan setiap 15 menit berupa oralit, es batu kecil, minuman jahe tanpa soda, kaldu bening, es loli elektrolit, atau jus buah yang sudah diencerkan.
Jika anak muntah lagi, tunggu sekitar 20–30 menit sebelum mencoba memberi cairan kembali. Bila tidak ada muntah selama 3–4 jam, jumlah cairan bisa ditingkatkan perlahan.
Setelah 8 jam tanpa muntah:
- Bayi boleh kembali menyusu seperti biasa dan, jika menggunakan susu formula, mulai diberikan sedikit demi sedikit (sekitar 30–60 ml).
- Anak yang lebih besar bisa mulai diberi makanan ringan seperti nasi, saus apel, roti tawar, atau biskuit.
Makanan normal biasanya bisa diberikan setelah 24 jam tanpa muntah. Jika muntah muncul kembali, hentikan dulu dan ulangi dari tahap cairan.
Jangan mengganti oralit dengan air putih pada bayi, karena air tidak mengandung elektrolit yang dibutuhkan untuk mencegah dehidrasi.
2. Pastikan Anak Mendapat Istirahat Cukup
Dalam pertolongan pertama anak muntah terus, istirahat berperan penting. Biarkan anak berbaring atau tidur di tempat yang nyaman agar tubuhnya bisa fokus memulihkan diri.
Posisi setengah duduk atau kepala sedikit ditinggikan dapat membantu mengurangi rasa mual.
3. Gunakan Oralit untuk Mencegah Dehidrasi
Muntah membuat tubuh kehilangan cairan, garam, dan mineral penting. Karena itu, memberikan oralit adalah langkah utama dalam pertolongan pertama anak muntah terus.
Oralit bisa dibeli di apotek atau supermarket dan membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh.
Hindari memberikan obat anti-muntah tanpa rekomendasi dokter, karena tidak semua aman untuk anak.
4. Hindari Minuman Manis dan Minuman Energi
Jangan memberikan minuman olahraga, soda, atau jeruk peras karena kandungan gula dan asamnya bisa memperburuk dehidrasi. Anak yang lebih besar boleh mengonsumsi es loli elektrolit sebagai alternatif.
IDAI menjelaskan, Anda boleh memberi minuman manis ringan seperti jus buah yang sudah diencerkan (hindari jeruk dan anggur karena terlalu asam), sirup, atau madu untuk anak di atas 1 tahun.
Berikan 1–2 sendok makan setiap 15–20 menit dan tingkatkan perlahan jika tidak muntah lagi.
5. Mulai dengan Makanan Tawar dan Mudah Dicerna
Jika anak sudah berhenti muntah, Anda bisa mulai memberi makanan padat dalam porsi kecil. Ini merupakan bagian penting dari pertolongan pertama anak muntah terus agar energi anak kembali.
Pilihan yang aman:
- Roti tawar
- Biskuit
- Nasi
- Kentang tumbuk
- Bubur atau sereal
- Pisang
Yogurt, buah, sayur, dan daging tanpa lemak seperti ayam juga boleh diberikan jika anak sudah lebih baik.
Untuk bayi yang sudah MPASI, setelah sekitar 6 jam tanpa muntah, Anda bisa mulai memberi buah atau sereal secara bertahap. Pola makan normal biasanya dapat kembali setelah 24 jam.
Kapan Harus Membawa Anak Muntah ke Dokter?
Anda perlu segera membawa anak ke dokter jika muncul tanda-tanda berikut:
- Tanda dehidrasi, seperti mulut kering, mata tampak cekung, dan jarang buang air kecil.
- Sulit mempertahankan cairan, misalnya setiap minum langsung dimuntahkan kembali.
- Muntah berwarna hijau kekuningan, hitam seperti ampas kopi, atau bercampur darah, karena ini bisa menandakan gangguan serius pada saluran cerna.
- Perut terasa keras, kembung, atau nyeri saat disentuh.
- Anak sangat rewel atau tampak kesakitan berlebihan.
- Pada anak laki-laki: terdapat pembengkakan, kemerahan, atau nyeri pada area skrotum.
- Pada bayi baru lahir: muntah menyembur kuat, bukan sekadar gumoh biasa.
Muntah berulang memang bisa membuat orang tua khawatir, tetapi dengan langkah pertolongan pertama anak muntah terus yang tepat, kondisi ini sering kali bisa ditangani di rumah.
Kunci utamanya adalah menjaga asupan cairan, memberi makanan secara bertahap, dan membiarkan tubuh anak beristirahat.
Jika muntah berlangsung lebih dari 24 jam, disertai demam tinggi, lemas, atau tanda dehidrasi, segera konsultasikan ke dokter agar anak mendapatkan penanganan yang sesuai.
Selalu jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan beli suplemen dan obat terpercaya dari Pyfa Health!





