Ketahui Jumlah Trombosit Normal Anak dan Cara Menjaganya
Menjaga jumlah trombosit normal anak penting dilakukan oleh orang tua agar kesehatannya tetap prima. Trombosit berperan penting dalam proses pembekuan darah. Ketika terjadi luka, trombosit akan menggumpal untuk menghentikan perdarahan. Ketika anak kekurangan trombosit, tubuhnya akan sulit menghentikan perdarahan saat ia luka. Sedangkan jumlah trombosit yang terlalu tinggi bisa menyebabkan penggumpalan darah berlebihan, sehingga bisa menyumbat pembuluh darah dan menghambat aliran darah ke organ-organ tubuh. Akibatnya, anak berisiko terkena berbagai gangguan kesehatan. Simak informasi selengkapnya mengenai jumlah trombosit normal anak dan cara menjaganya di artikel ini.
Jumlah Trombosit Normal Anak
Jumlah trombosit normal anak tidak berbeda dengan orang dewasa, yaitu 150.000-450.000 per mikroliter darah. Jika trombosit anak lebih rendah atau lebih tinggi dari jumlah normal tersebut, orang tua perlu waspada. Hal ini dikarenakan jumlah trombosit anak yang tidak normal bisa menandakan kondisi medis tertentu.
Jumlah trombosit anak di bawah normal atau disebut dengan trombositopenia bisa disebabkan oleh beberapa gangguan kesehatan, yaitu:
- Kekurangan nutrisi, seperti vitamin B12, asam folat, dan zat besi.
- Anemia aplastik.
- Infeksi virus yang bisa menurunkan produksi trombosit, seperti demam berdarah dengue (DBD), rubella, dan hepatitis.
- Kelainan genetik, seperti Sindrom Wiskott-Aldrich
- Paparan zat beracun, seperti arsenik, pestisida, dan logam berat
- Penyakit autoimun, seperti idiopathic thrombocytopenic purpura (ITP), yaitu kondisi di mana sistem kekebalan tubuh menyerang trombosit.
- Gangguan sumsum tulang, seperti leukemia atau anemia aplastik, yang mengganggu produksi trombosit.
- Efek samping obat, seperti antibiotik atau obat antikejang.
- Pembesaran limpa (splenomegali), yaitu kondisi ketika limpa membesar, sehingga menghancurkan trombosit lebih cepat dari biasanya.
Sedangkan, jumlah trombosit anak di atas normal atau disebut dengan trombositosis bisa disebabkan oleh beberapa gangguan kesehatan, seperti:
- Infeksi, seperti penyakit infeksi bakteri, virus, atau jamur, bisa memicu peningkatan jumlah trombosit.
- Anemia hemolitik atau anemia defisiensi besi.
- Kanker, misalnya leukemia.
- Peradangan kronis, seperti penyakit Crohn, rheumatoid arthritis, atau penyakit inflamasi lainnya.
- Kekurangan zat besi yang berkepanjangan, bisa menyebabkan sumsum tulang menghasilkan lebih banyak trombosit.
- Operasi atau trauma. Cedera atau operasi besar bisa memicu peningkatan trombosit sebagai bagian dari proses penyembuhan.
- Pengangkatan limpa (splenektomi). Setelah pengangkatan limpa, jumlah trombosit bisa meningkat drastis, karena limpa umumnya membantu mengatur jumlah trombosit dalam darah.
Untuk mengetahui jumlah trombosit normal anak, diperlukan pemeriksaan darah lengkap di fasilitas kesehatan. Tes ini dilakukan dengan cara mengambil sampel darah untuk diuji di laboratorium, sehingga bisa ditentukan jumlahnya.
Dokter bisa merekomendasikan pemeriksaan darah lengkap jika anak sakit atau menunjukkan gejala tertentu yang mengarah pada gangguan jumlah trombosit, seperti perdarahan yang sulit berhenti, mudah memar, gusi mudah berdarah, sering mimisan, atau ada darah pada urin atau tinja.
Sebelum dilakukan pengambilan sampel darah, berikan pemahaman kepada anak bahwa prosedur ini bertujuan untuk menjaga kesehatan tubuhnya. Setelah itu, dampingi anak dan alihkan perhatiannya dengan membiarkan anak bermain game, berbincang dengannya, atau menonton acara favoritnya, agar ia tidak ketakutan saat melihat jarum suntik.
Cara Menjaga Trombosit Normal Anak
Memastikan anak mengonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang adalah cara menjaga trombosit normal anak yang efektif. Berikut beberapa cara menjaga trombosit normal anak yang perlu diketahui oleh orang tua:
1. Berikan anak nutrisi seimbang
Berikut beberapa jenis makanan yang direkomendasikan untuk menjaga trombosit normal anak:
- Sayuran haiku, seperti kangkung dan bayam
- Buah-buahan, seperti jeruk, jambu biji, kiwi, dan mangga
- Hati sapi atau ayam
- Kacang-kacangan, seperti kacang hijau, kacang tanah, dan kacang merah
- Telur
- Kerang
- Daging merah
2. Menjaga hidrasi yang cukup
Memastikan anak tetap terhidrasi bertujuan untuk menjaga volume darah yang sehat dan mendukung fungsi optimal dari semua sel darah, termasuk trombosit.
3. Melakukan imunisasi tepat waktu
Imunisasi bertujuan untuk mencegah penyakit infeksi, yang bisa menyebabkan penurunan jumlah trombosit, seperti rubella dan demam berdarah.
4. Menghindari paparan bahan kimia berbahaya
Cara menjaga trombosit normal anak berikutnya adalah menjauhkan anak dari paparan terhadap bahan kimia berbahaya, termasuk pestisida, asap rokok, dan bahan kimia rumah tangga, yang dapat memengaruhi kesehatan sumsum tulang.
5. Memantau penggunaan obat
Jika anak diberikan obat jangka panjang, terutama antibiotik atau obat antikejang, konsultasikan ke dokter terkait potensi efek samping yang bisa memengaruhi jumlah trombosit.
6. Melakukan aktivitas fisik yang aman
Mendorong anak untuk melakukan aktivitas fisik yang sehat dan aman juga bisa menjadi cara menjaga trombosit normal anak. Namun, hindari aktivitas atau olahraga yang berisiko cedera, karena bisa menyebabkan perdarahan jika jumlah trombosit di bawah normal.
7. Mendeteksi gejala yang mencurigakan
Jika anak mengalami keluhan-keluhan tertentu, seperti perdarahan yang tidak wajah, mudah memar, atau bintik-bintik merah kecil di kulit (petechiae), segera bawa ke dokter untuk pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.
8. Hindari memberikan obat pengencer darah
Orang tua sebaiknya tidak memberikan obat seperti aspirin tanpa anjuran dokter. Hal ini dikarenakan obat tersebut dapat menghambat pembekuan darah dan menurunkan jumlah trombosit.
Selain itu, pastikan anak tetap aktif bergerak, seperti dengan bermain sepeda, berjalan santai, atau berenang, agar trombositnya tetap normal. Aktivitas fisik dan olahraga bermanfaat untuk membantu melepaskan hormon adrenalin yang dapat meningkatkan fungsi limpa, yaitu organ yang menyaring dan menyimpan trombosit.
Namun, jika jumlah trombosit anak di bawah normal, pastikan si kecil tidak melakukan aktivitas fisik yang berisiko menyebabkan cedera dan perdarahan. Selain itu, jika anak memiliki trombosit yang rendah atau tinggi, periksakan kondisinya ke dokter secara rutin, agar jumlah trombosit normal anak tetap terpantau.
Jika anak memiliki kondisi medis tertentu yang bisa memicu jumlah trombosit tidak normal, konsultasikan ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Dengan begitu, dokter bisa memberikan penanganan yang sesuai kondisi anak, sehingga risiko komplikasi serius bisa dicegah.
Jika ada pertanyaan terkait jumlah trombosit normal anak atau cara menjaga trombosit normal anak, konsultasikan ke dokter untuk saran dan rekomendasi yang tepat.
Yuk, terapkan pola hidup sehat sekarang dengan beragam produk kesehatan, mulai dari obat hingga suplemen, hanya di Pyfa Health!





