Kanker Mulut: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Apa penyebab dan gejala kanker mulut, serta bisakah penyakit ini dicegah? Berikut penjelasannya.

Kanker Mulut: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Kanker mulut adalah kondisi tumbuhnya jaringan abnormal di dalam mulut dan terjadi pada jaringan dinding mulut, bibir, lidah, gusi, atau langit-langit. Penyakit ini ditandai dengan sariawan yang tidak kunjung sembuh dan rasa sakit di dalam mulut.

Kanker mulut bisa diobati dengan radioterapi, operasi, serta kemoterapi. Meski demikian, tingkat kesembuhan pasien kanker mulut tergantung pada stadium kanker yang diderita. Apa penyebab dan gejala kanker mulut, serta bisakah penyakit ini dicegah? Berikut penjelasannya.

Penyebab dan Faktor Risiko Kanker Mulut

Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker mulut, antara lain usia di atas 50 tahun dan keturunan. Selain itu, ada beberapa perilaku yang bisa meningkatkan risiko seseorang terkena kanker mulut, yaitu:

  • Mengonsumsi minuman beralkohol.
  • Merokok.
  • Sering terpapar sinar matahari, misalnya pekerja lapangan.
  • Jarang mengonsumsi sayur dan buah.
  • Sering mengunyah buah pinang.
  • Tidak menjaga kebersihan dan kesehatan mulut, misalnya membiarkan gigi berlubang.

Gejala Kanker Mulut

Ada beberapa gejala kanker mulut yang perlu diwaspadai. Berikut di antaranya:

  • Sariawan yang disertai dengan perdarahan.
  • Sariawan yang tidak kunjung sembuh hingga berminggu-minggu.
  • Benjolan atau penebalan di dinding dalam mulut yang tidak kunjung hilang.
  • Bercak merah atau putih dalam mulut.
  • Gigi goyang tanpa penyebab yang jelas.
  • Rasa sakit di dalam mulut.
  • Sakit tenggorokan.
  • Rahang terasa kaku atau sakit.
  • Sakit saat menelan atau mengunyah.
  • Perubahan suara atau cara bicara, misalnya menjadi cadel.
  • Mengalami kesulitan saat bicara.

Pada stadium akhir, sel-sel kanker sudah menyebar dan menyebabkan benjolan di leher akibat pembengkakan kelenjar getah bening.

Pengobatan Kanker Mulut

Pengobatan kanker mulut ditentukan dari stadium, posisi, dan jenis kanker mulut, serta kondisi kesehatan pasien. Berikut beberapa jenis pengobatan kanker mulut:

1. Operasi

Operasi dengan menggunakan sinar laser (photodynamic therapy) bisa dilakukan jika kanker mulut masih stadium awal. Namun, jika kanker sudah menyebar ke beberapa jaringan di sekitar mulut, maka perlu dilakukan pengangkatan tumor dengan sayatan. Dokter juga akan melakukan operasi rekonstruksi wajah untuk membentuk kembali bagian atau jaringan yang diangkat. Operasi bisa menimbulkan efek samping berupa perdarahan dan infeksi. Selain itu, operasi juga bisa memengaruhi cara makan dan bicara, serta mengubah penampilan pasien.

2. Radioterapi

Radioterapi bertujuan untuk membunuh sel kanker dengan menggunakan sinar khusus, seperti sinar X atau proton, dan dilakukan dari luar maupun dalam tubuh. Radioterapi yang dilakukan sebelum operasi bertujuan untuk mengecilkan ukuran kanker sebelum diangkat melalui operasi. Sedangkan radioterapi yang dilakukan setelah operasi bertujuan untuk membasmi sel kanker yang masih tersisa.

Radioterapi yang dilakukan pada kanker stadium akhir tidak dapat membunuh seluruh jaringan kanker di tubuh pasien, namun bisa membantu meredakan gejala-gejala kanker yang diderita. Seperti halnya operasi, radioterapi juga bisa menimbulkan efek samping, antara lain kerusakan pada tulang rahang, mulut kering, dan pembusukan gigi.

3. Kemoterapi

Untuk mengatasi kanker yang sudah menyebar luas atau berisiko tinggi tumbuh kembali, dokter akan menganjurkan pasien menjalani kemoterapi. Obat-obatan yang digunakan dalam proses ini akan menghancurkan DNA dari sel-sel kanker agar tidak bisa berkembang biak. Beberapa jenis obat-obatan yang bisa digunakan adalah:

  • Carboplatin.
  • Fluorouracil.
  • Cisplatin.
  • Methotrexate.
  • Docetaxel.
  • Bleomycin.

Share this post


Best Seller Products

has been added to your cart.
Checkout