Flu Singapura: Gejala dan Cara Mengobatinya

flu singapura

Flu Singapura: Gejala dan Cara Mengobatinya

ditinjau oleh dr. Carlinda Nekawaty

Flu Singapura adalah penyakit yang sangat rentan menyerang anak-anak. Penyakit ini mudah ditularkan dengan hanya mengonsumsi makanan/minuman yang sama dengan orang yang terinfeksi Flu Singapura. Selain itu, kontak langsung dengan cairan tubuh atau benda yang terpapar virus juga bisa menjadi faktor penyebaran penyakit ini.

Flu Singapura pada anak ditandai dengan luka pada mulut (seperti lepuhan pada lidah, gusi, dan bagian dalam pipi atau menyerupai sariawan) dan ruam merah yang muncul di tangan dan kaki. Pada sebagian besar kasus, infeksi biasanya terjadi pada anak di bawah usia 5 tahun. Apa gejala Flu Singapura dan bagaimana cara mengobatinya? Berikut penjelasannya.

Apakah Flu Singapura Anak Berbahaya?

Flu Singapura atau Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) pada anak termasuk salah satu penyakit menular. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk mengenali gejala Flu Singapura pada anak. Seperti halnya Covid-19 dan penyakit flu lainnya, Flu Singapura menular melalui air liur, batuk, bersin, serta kotoran saat buang air besar. Sebagian besar penularan pada anak terjadi di tempat umum.

Dikutip dari Mayo Clinic, berikut beberapa gejala Flu Singapura yang bisa muncul pada anak:

  • Sakit tenggorokan.
  • Kehilangan nafsu makan.
  • Merasa tidak enak badan.
  • Demam tinggi.
  • Sariawan atau adanya luka/lepuhan yang terasa nyeri di lidah, gusi, dan bagian dalam pipi.
  • Nyeri perut.
  • Ruam merah yang tidak terasa gatal, terkadang disertai lepuhan di telapak tangan, telapak kaki, dan bokong.
  • Rewel.

Masa inkubasi dari penyakit HFMD ini adalah selama tiga hingga enam hari. Salah satu gejala awal Flu Singapura yang sering muncul pada anak adalah demam. Selanjutnya, sakit tenggorokan, rasa tidak enak badan, dan tidak nafsu makan. Satu hingga dua hari setelah muncul demam, kemungkinan akan muncul luka di mulut bagian depan dan tenggorokan. Jika Anda atau anak Anda mengalami salah satu atau beberapa gejala di atas, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Pada beberapa kasus, beberapa anak masih aktif meskipun telah terinfeksi virus. Pada sebagian besar kasus, kulit anak yang telah terinfeksi akan muncul ruam dan bintik merah yang akan melepuh nantinya, dan akan muncul sariawan pada mulut dan tenggorokan yang akan mengganggu saat makan dan minum.

Meski bukan tergolong penyakit yang berbahaya, namun Flu Singapura menyebabkan kekebalan tubuh anak menurun, sehingga rentan terkena penyakit lain. Orang tua dianjurkan untuk membawa anak ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang optimal, terutama jika suhu tubuh anak terus naik. 

Flu Singapura juga menyebabkan anak kehilangan nafsu makan, sehingga orang tua perlu memberikan asupan gizi seoptimal mungkin dalam bentuk cairan pada anak. Dikutip dari berbagai sumber, Flu Singapura termasuk penyakit yang dapat sembuh dengan sendirinya. Masa penyembuhannya bervariasi tergantung kekebalan tubuh anak, namun rata-rata sembuh dalam 7 hingga 10 hari.

Cara Mengobati Flu Singapura

Hingga saat ini, tidak ada pengobatan khusus untuk Flu Singapura. Masa penyembuhan bervariasi tergantung daya tahan tubuh anak, namun rata-rata akan sembuh dalam 7-10 hari. Untuk membantu mengurangi gejala dan mempercepat proses penyembuhan, dokter akan meresepkan beberapa obat berikut:

  • Salep kulit, untuk mengurangi gejala pada kulit, seperti gatal, ruam, dan lepuh.
  • Paracetamol atau ibuprofen, untuk mengurangi demam dan rasa nyeri.
  • Tablet isap, untuk mengurangi nyeri tenggorokan.

Anda juga bisa membantu mempercepat proses penyembuhan Flu Singapura di rumah dengan melakukan beberapa cara berikut:

  • Pemberian obat penurun demam dapat dilakukan untuk meredakan gejalanya. Namun, jangan sembarangan memberikan obat demam, karena sebagian obat tidak sesuai dengan anak-anak dan usia remaja. Kecuali jika sudah diberikan resep oleh dokter. 
  • Beristirahat secukupnya dan konsumsi banyak minuman dingin untuk mengurangi rasa sakit pada tenggorokan.
  • Hindari makanan atau minuman asam dan pedas, karena bisa membuat luka di mulut menjadi perih.

Penderita juga disarankan untuk minum air es atau makan es krim untuk membantu mengurangi peradangan, serta memperbanyak minum air putih untuk mencegah dehidrasi.

Selain mengobati, Anda juga perlu melakukan pencegahan Flu Singapura, antara lain memastikan untuk menjaga kebersihan diri dan benda-benda di sekitar Anda yang bisa menjadi sumber penularan. Berikut beberapa cara pencegahan Flu Singapura yang bisa Anda lakukan: 

  • Mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun, terutama setelah BAB, menyiapkan makanan, sebelum makan, dan mengganti popok anak.
  • Tidak berbagi alat makan dan minum, serta menghindari kontak dekat dengan seseorang yang sedang sakit.
  • Rutin membersihkan benda yang bisa menjadi media penularan virus, seperti gagang pintu, remote tv, meja.
  • Menutup mulut dan hidung ketika batuk atau bersin, bisa dengan menggunakan tisu atau lipat siku bagian dalam. 
  • Jika Anda mengalami gejala Flu Singapura, sebaiknya beristirahat di rumah sampai kondisi benar-benar pulih.

Apakah Flu Singapura Anak Menular?

Flu Singapura atau dikenal sebagai Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) rentan menyerang anak-anak dan berbahaya jika tidak ditangani sejak dini. Penyakit ini disebabkan oleh paparan virus berjenis enterovirus. Virus ini dapat hidup pada cairan hidung, air ludah, feses, cairan pada ruam kulit, dan cairan tubuh lainnya. Seseorang dapat tertular penyakit ini melalui beberapa cara berikut:

  • Menyentuh benda yang terkontaminasi virus, lalu menyentuh mata, hidung, atau memasukkan jari ke dalam mulut, tanpa mencuci tangan terlebih dahulu.
  • Menyentuh mata, hidung, atau mulut tanpa mencuci tangan terlebih dahulu setelah menyentuh tinja penderita, misalnya ketika mengganti popok bayi.
  • Berbagi alat makan atau minum dengan penderita Flu Singapura.
  • Tidak sengaja menghirup percikan liur saat penderita bersin atau batuk.
  • Flu Singapura bisa dialami oleh siapa saja, namun lebih banyak menyerang anak-anak berusia di bawah 5 tahun, terutama anak-anak yang sering dititipkan di fasilitas penitipan anak. Selain itu, orang dewasa juga rentan terkena penyakit Flu Singapura. 

Orang tua bisa mulai melakukan beberapa cara pencegahan Flu Singapura. Misalnya, memperhatikan lingkungan anak jika ada teman atau orang-orang di sekitar yang mengalami gejala Flu Singapura dan memastikan kebersihan tempat bermain dan tidur anak. Selain itu, penting untuk menjaga daya tahan tubuh anak agar terhindar dari penularan Flu Singapura. Bila perlu, konsumsi produk multivitamin anak untuk membantu memelihara daya tahan tubuh.

Beli Multivitamin Anak di sini

Share this post


Best Seller Products

has been added to your cart.
Checkout