Efek Laksatif dan Cara Kerjanya untuk Atasi Sembelit
ditinjau oleh dr. Carlinda Nekawaty
Setiap orang pasti pernah mengalami sembelit, termasuk Anda. Salah satu cara untuk mengatasinya jika metode alami tidak berhasil adalah dengan menggunakan obat pencahar atau laksatif.
Obat pencahar atau laksatif adalah obat yang membantu melancarkan buang air besar dan mengurangi gejala sembelit dengan berbagai cara.
Namun, penggunaannya perlu dilakukan dengan benar agar tidak menimbulkan efek samping pada sistem pencernaan.
Apa Itu Efek Laksatif?
Efek laksatif adalah respons tubuh setelah mengonsumsi obat yang berfungsi merangsang gerakan usus agar feses lebih mudah dikeluarkan.
Laksatif bekerja dengan meningkatkan kadar air dalam usus atau merangsang kontraksi otot pencernaan untuk mempercepat proses buang air besar.
Obat ini biasanya digunakan untuk mengatasi sembelit yang tidak kunjung membaik meski sudah diatasi dengan cara alami, seperti meningkatkan asupan serat dan minum air putih.
Penting untuk diingat bahwa laksatif tidak boleh digunakan sembarangan, terutama tanpa pengawasan dokter, karena efeknya bisa berbeda pada setiap orang tergantung kondisi kesehatan dan jenis obat yang digunakan.
Manfaat Laksatif
Penggunaan laksatif memiliki beberapa manfaat, terutama untuk Anda yang mengalami gangguan pencernaan seperti sembelit. Berikut manfaat utamanya:
- Mengatasi sembelit sementara. Jika Anda mengalami susah buang air besar yang tidak membaik meski sudah memperbaiki pola makan, laksatif dapat membantu melancarkan pencernaan.
- Membantu pasien dengan kondisi medis tertentu. Penderita penyakit seperti penyakit Crohn atau kolitis ulseratif (radang usus besar kronis) sering membutuhkan laksatif untuk membantu proses pencernaan.
- Membersihkan usus sebelum prosedur medis tertentu. Laksatif juga sering diresepkan dokter untuk membersihkan usus besar sebelum tindakan seperti kolonoskopi.
Namun, tidak semua orang boleh menggunakan laksatif. Jika Anda sedang hamil, menyusui, atau sedang menjalani pengobatan tertentu, sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter sebelum menggunakannya.
Laksatif juga tidak disarankan diberikan kepada anak tanpa petunjuk dokter anak karena dosis dan efeknya bisa berbeda.
Jenis Laksatif
Setiap jenis laksatif memiliki cara kerja yang berbeda dalam membantu melancarkan buang air besar. Berikut beberapa jenis yang paling umum:
1. Peningkat Volume Feses (Bulking Agent)
Jenis ini bekerja dengan menambah serat dan “massa” pada feses. Bulking agent membantu menarik air ke dalam usus sehingga feses menjadi lebih lembut dan mudah dikeluarkan. Contoh: suplemen serat.
2. Laksatif Osmotik
Laksatif ini tidak diserap sepenuhnya oleh usus, melainkan menarik lebih banyak air ke dalam saluran pencernaan.
Efeknya membuat volume feses meningkat dan mempermudah proses buang air besar. Contoh: laktulosa dan magnesium hidroksida.
3. Perangsang Usus (Stimulant Laxative)
Jenis ini merangsang saraf di dinding usus agar otot pencernaan berkontraksi lebih cepat, sehingga feses terdorong keluar dengan mudah.
Namun, penggunaan jangka panjang sebaiknya dihindari karena bisa menyebabkan ketergantungan. Contoh: bisacodyl dan senna.
4. Pelembut dan Pelumas Feses
Laksatif ini bekerja dengan menambahkan air dan lemak pada feses agar lebih lembut dan mudah dikeluarkan tanpa harus mengejan terlalu keras.
Cocok untuk Anda yang baru pasca operasi atau memiliki kondisi medis yang membuat sulit mengejan.
Sumber Efek Laksatif Alami
Tak hanya dari obat, efek laksatif adalah sesuatu yang juga bisa Anda dapatkan secara alami melalui makanan dan minuman tertentu.
Beberapa bahan alami ini membantu melancarkan pencernaan, melembutkan feses, dan menjaga fungsi usus agar tetap sehat tanpa harus bergantung pada obat pencahar, antara lain:
1. Air Putih
Kunci utama untuk mencegah sembelit adalah menjaga tubuh tetap terhidrasi. Air membantu melunakkan feses dan memperlancar pergerakan usus.
Minum cukup air juga dapat memperkuat efek serat alami dari makanan yang Anda konsumsi, sehingga proses buang air besar menjadi lebih mudah dan teratur.
2. Biji Chia
Biji chia merupakan sumber serat tinggi yang sangat baik untuk pencernaan. Dalam satu sendok makan chia, terdapat sekitar 9–10 gram serat.
Kandungan serat larut di dalamnya menyerap air dan membentuk gel di usus, membantu melunakkan feses dan memudahkan pengeluarannya. Anda bisa menambahkannya ke dalam smoothie, yoghurt, atau oatmeal.
3. Buah Beri
Strawberry, blueberry, dan raspberry tidak hanya lezat, tetapi juga tinggi serat, baik larut maupun tidak larut.
Kombinasi ini membuat buah beri efektif membantu menjaga pergerakan usus tetap lancar dan mencegah sembelit.
4. Apel
Apel kaya akan serat dan mengandung pektin, sejenis serat larut yang berfungsi sebagai laksatif alami.
Pektin membantu menarik air ke dalam usus dan mempercepat pergerakan makanan di saluran pencernaan.
Mengonsumsi satu apel utuh dengan kulitnya bisa membantu melancarkan pencernaan secara alami.
5. Kopi
Kopi tidak hanya memberi energi, tapi juga dapat merangsang kontraksi otot usus berkat kandungan kafeinnya. Namun, jangan mengonsumsi kopi berlebihan karena bisa menyebabkan dehidrasi.
6. Buah Kiwi
Kiwi mengandung sekitar 5 gram serat per cangkir dan juga kaya pektin. Kombinasi keduanya membantu melancarkan buang air besar dan menjaga kesehatan usus.
7. Sayuran Hijau
Bayam, sawi, dan kubis adalah contoh sayuran hijau yang kaya magnesium dan serat.
Magnesium berperan penting dalam menarik air ke dalam usus, sehingga membantu melembutkan feses dan mencegah sembelit.
8. Kefir
Kefir adalah minuman fermentasi susu yang mengandung probiotik, yaitu bakteri baik yang bermanfaat bagi pencernaan.
Probiotik membantu meningkatkan frekuensi buang air besar, memperbaiki tekstur feses, dan mempercepat waktu transit makanan di usus.
Efek Samping Laksatif
Saat Anda mengonsumsi obat laksatif, sangat penting untuk membaca label kemasan agar mengetahui kemungkinan efek sampingnya.
Meski bermanfaat untuk melancarkan buang air besar, penggunaan laksatif tidak boleh dilakukan sembarangan karena bisa menimbulkan efek yang tidak diinginkan.
Beberapa efek samping penggunaan laksatif yang umum terjadi antara lain:
- Perut terasa kembung dan sering buang gas.
- Kram atau nyeri perut.
- Perut terasa tidak nyaman atau mual.
- Dehidrasi, ditandai dengan rasa lemas dan warna urine yang lebih pekat dari biasanya.
Selain itu, penggunaan laksatif stimulan dalam jangka panjang dapat menyebabkan otot usus besar kehilangan kekuatannya.
Kondisi ini bisa membuat usus tidak lagi mampu berkontraksi dengan baik, sehingga justru memperburuk sembelit.
Efek laksatif membantu tubuh mengatasi sembelit dengan cara melancarkan pergerakan usus dan melembutkan feses.
Meskipun efektif, penggunaan laksatif tidak boleh dilakukan secara berlebihan karena dapat mengganggu keseimbangan cairan tubuh dan membuat usus bergantung pada obat.
Untuk hasil terbaik, sebaiknya kombinasikan penggunaan laksatif dengan pola hidup sehat seperti minum cukup air, makan makanan tinggi serat, dan rutin berolahraga.
Selalu jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan beli suplemen dan obat terpercaya dari Pyfa Health!





