Blog

National Sleep Foundation (NSF) merekomendasikan durasi jam tidur yang diperbolehkan.

Durasi Jam Tidur yang Baik

Jika berbicara tentang jam tidur yang baik, banyak yang menyarankan untuk tidur 8 jam sehari. Namun, benarkah tidur 8 jam sehari, baik untuk kesehatan, atau justru kecantikan? Ketahui lebih dalam mengenai durasi jam tidur yang baik.

Banyak orang yang mungkin bingung dengan waktu tidur yang baik. Sebenarnya, total waktu tidur berbeda jika dilihat dari rentang umur masing-masing individu. Lalu, berapa durasi jam tidur yang baik? Simak penjelasan berikut.

National Sleep Foundation (NSF) merekomendasikan durasi jam tidur yang diperbolehkan dan yang tidak diperbolehkan untuk masing-masing individu berdasarkan usia, yaitu:

1. Bayi (4-11 bulan)

Rekomendasi jam tidur adalah 12-15 jam, dan jam tidur yang tidak disarankan adalah kurang dari 11 jam.

2. Anak usia sekolah (6-13 tahun)

Jam tidur yang direkomendasikan adalah 9-11 jam dan yang tidak disarankan adalah kurang dari 7 jam dan lebih dari 12 jam.

3. Remaja (14-17 tahun)

Jam tidur yang direkomendasikan adalah 8-10 jam dan yang tidak disarankan adalah kurang dari 7 jam dan lebih dari 11 jam.

4. Dewasa (26-64 tahun)

Jam tidur yang direkomendasikan adalah 7-9 jam dan yang tidak disarankan adalah kurang dari 6 jam dan lebih dari 10 jam.

5. Lansia (di atas 65 tahun)

Jam tidur yang direkomendasikan adalah 7-8 jam dan yang tidak disarankan adalah kurang dari 5 jam dan lebih dari 9 jam.

Manfaat Jam Tidur yang Baik untuk Kesehatan 

Waktu tidur yang teratur akan membuat kinerja otak meningkat dan memelihara seluruh kesehatan tubuh. Bagi anak dan remaja, tumbuh kembang mereka akan berjalan dengan optimal. Selain itu, berikut beberapa manfaat jam tidur yang baik lainnya:

1. Mencegah obesitas

Beberapa studi menemukan bahwa kurangnya waktu tidur dapat meningkatkan risiko terjadinya obesitas. Ketika sedang tidur, tubuh membuat dan mengatur bermacam-macam hormon, salah satunya ghrelin yang memberi rasa lapar dan leptin yang menimbulkan rasa kenyang.

Kekurangan tidur bisa memicu lonjakan kadar ghrelin dan menurunkan kadar leptin. Hal ini akan membuat perut rentan lapar dan berakibat pada makan berlebihan.

2. Mencegah penyakit jantung

Tekanan darah umumnya menurun saat seseorang sedang tidur. Oleh karena itu, bisa disimpulkan, kurangnya waktu tidur bisa memicu tingginya rata-rata tekanan darah harian. Kondisi ini bisa meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke yang lebih berbahaya.

3. Mengatur tingkat insulin

Insulin merupakan hormon yang berperan dalam mengontrol glukosa darah. Kurangnya waktu tidur bisa berdampak ke reaksi tubuh terhadap hormon ini. Hal ini bisa berakibat pada berkembangnya diabetes tipe 2 yang terjadi akibat level glukosa darah yang terus naik.

4. Meningkatkan daya ingat

Tidur yang cukup ternyata bermanfaat untuk memproses memori. Reaksi ini terjadi di tahap ketiga dari non-rapid eye movement (NREM) dalam fase tidur. Pada saat inilah otak mulai menyusun dan menggabungkan memori. Tahap lanjutan NREM tersebut dapat membantu memperkuat memori otak, sehingga jam tidur yang baik akan memengaruhi kemampuan mengingat detail yang penting.

Share this post


Best Seller Products

has been added to your cart.
Checkout