Darah Manis: Gejala, Penyebab, dan Penanganannya
ditinjau oleh dr. Carlinda Nekawaty
Darah manis atau dalam dunia medis dikenal sebagai prurigo adalah kondisi ketika kulit rentan gatal-gatal yang meninggalkan bekas luka yang sulit hilang. Jika tidak segera ditangani, darah manis bisa mengganggu aktivitas penderitanya, bahkan menyebabkan insomnia. Lalu, apa saja gejala dan penyebab darah manis, serta bisakah disembuhkan? Berikut informasi selengkapnya.
Apa itu Darah Manis?
Darah manis adalah benjolan yang terasa gatal dan umumnya muncul di pipi, dahi, kulit lengan bawah, perut, dan bokong. Gatal-gatal akibat darah manis umumnya terjadi di malam hari atau ketika Anda memakai pakaian dengan bahan yang bisa memicu gatal, seperti lateks atau wol.
Namun, hindari menggaruk kulit yang gatal, karena bisa menyebabkan luka lecet. Luka lecet bisa menyebabkan warna kulit terlihat lebih gelap dibandingkan area kulit di sekitarnya. Akibatnya, bekas luka yang gelap dan sulit hilang akan muncul atau yang umum dikenal dengan istilah darah manis.
Gejala Darah Manis
Darah manis ditandai dengan gejala utama berupa benjolan keras dan gatal pada kulit perut, kaki, lengan, dan punggung. Jumlah benjolan bisa berbeda-beda pada setiap orang. Ukuran benjolan bisa bervariasi, mulai dari beberapa milimeter hingga lebih dari tiga sentimeter.
Beberapa orang mungkin hanya memiliki sedikit benjolan, sedangkan sebagian lainnya bisa memiliki ratusan benjolan yang tersebar di seluruh bagian tubuh. Benjolan bisa terlihat berwarna merah, cokelat, atau warna yang sama dengan kulit Anda.
Benjolan akibat darah manis bisa bertahan selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun. Ketika mulai hilang, benjolan akan meninggalkan bekas luka berwarna terang atau gelap.
Penyebab Darah Manis
Hingga saat ini, penyebab darah manis belum bisa dipastikan. Hal ini dikarenakan darah manis muncul setelah Anda menggaruk kulit yang gatal terus-menerus, sehingga menimbulkan luka lecet. Para ahli menduga kondisi ini disebabkan oleh penebalan ujung saraf kulit.
Ketika Anda menggaruk kulit yang gatal, saraf-saraf di kulit akan semakin sensitif dan memicu gatal yang berkepanjangan. Akibatnya, infeksi luka semakin parah dan meninggalkan bekas luka yang sulit hilang. Namun, darah manis juga bisa disebabkan oleh kondisi lain. Berikut beberapa faktor yang bisa menyebabkan darah manis:
- Gigitan serangga
Gigitan serangga bisa menimbulkan rasa gatal yang memicu sensasi ingin menggaruk hingga gatalnya hilang. Akibatnya, infeksi bisa semakin parah dan meninggalkan bekas luka pada kulit.
2. Stres
Stres bisa membuat seseorang tidak dapat mengendalikan dirinya. Salah satu gejalanya berupa keinginan untuk menggaruk kulit yang gatal. Bahkan, orang yang stres bisa menggaruk kulitnya terus-menerus hingga menimbulkan luka terbuka yang menyebabkan infeksi bakteri.
3. Gangguan kesehatan tertentu
Dikutip dari British Association of Dermatology, sekitar 80% orang yang mengalami darah manis juga mengidap kondisi kesehatan tertentu, seperti:
- Demam,
- Asma,
- Eksim,
- Dermatitis herpetiformis, dan
- Gangguan kesehatan lainnya
4. Penggunaan obat-obatan tertentu
Penyebab darah manis berikutnya adalah penggunaan obat-obatan tertentu, seperti carboplatin, paclitaxel, dan obat kemoterapi pembrolizumab. Darah manis yang disebabkan oleh penggunaan obat-obatan adalah dampak berkepanjangan aktifnya sistem kekebalan tubuh setelah perawatan atau pengobatan.
5. Gangguan saraf
Darah manis akibat gangguan saraf umumnya disebabkan oleh kerusakan otak dan sumsum tulang belakang. Beberapa gangguan saraf yang menyebabkan darah manis, misalnya polineuropati, herpes zoster, notalgia paresthetica, brachioradial pruritus, dan neuropati serat kecil.
Diagnosis Darah Manis
Sebelum mendiagnosis darah manis, dokter akan mengajukan pertanyaan terkait gejala dan kondisi medis yang menyebabkan darah manis. Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk memeriksa benjolan dan bekas garukan yang terinfeksi di kulit Anda.
Jika diperlukan, dokter bisa melakukan biopsi. Selama biopsi, dokter akan mengangkat sepotong kecil jaringan kulit dengan menggunakan pisau bedah. Selanjutnya, sampel jaringan diperiksa di bawah mikroskop.
Jika penyakit darah manis sudah didiagnosa, namun penyebabnya belum diketahui, dokter akan melakukan pemeriksaan darah untuk mengevaluasi fungsi ginjal, hati, dan tiroid, serta memeriksa infeksi hepatitis C, HIV, atau infeksi lainnya.
Penanganan Darah Manis
Penanganan darah manis bertujuan untuk menghilangkan rasa gatal. Selain itu, perawatan darah manis bisa berupa penggunaan krim topikal (oles) dan obat sistemik untuk menghilangkan gatal. Berikut beberapa penanganan darah manis yang diberikan oleh dokter:
- Obat topikal
Dokter mungkin akan memberikan beberapa obat topikal yang dijual bebas atau obat resep untuk mengurangi gatal dan mendinginkan kulit Anda, tergantung pada diagnosis dokter setelah melakukan pemeriksaan.
Beberapa jenis obat oles yang mungkin diberikan, yaitu:
- Krim kortikosteroid topikal, seperti clobetasol atau inhibitor kalsineurin, seperti pimekrolimus,
- Krim capsaicin,
- Salep vitamin D-3 topikal (kalsipotriol),
- Tar batubara topikal,
- Mentol,
2. Obat sistematik
Dokter mungkin akan memberikan suntikan kortikosteroid untuk mengurangi rasa gatal yang muncul di seluruh tubuh. Selain itu, dokter mungkin akan meresepkan antihistamin untuk membantu Anda tidur lebih nyenyak di malam hari.
3. Antidepresan
Antidepresan diberikan oleh dokter untuk membantu menghentikan dorongan untuk menggaruk rasa gatal. Obat-obatan antidepresan, seperti amitriptyline dan paroxetine, diketahui efektif mengurangi gatal pada benjolan darah manis.
4. Terapi lainnya
Terapi juga bisa dilakukan untuk membantu mengecilkan benjolan dan mengurangi gatal. Berikut beberapa terapi yang diberikan oleh dokter untuk mengatasi darah manis:
- Fototerapi, yaitu penggunaan sinar UVA atau UVB untuk menghilangkan benjolan dan mengurangi gatal-gatal dengan mencegah reaksi peradangan.
- Cryotherapy, untuk memperbaiki tampilan benjolan dan menghilangkan rasa gatal.
- Imunosupresan, yaitu obat untuk mengurangi reaksi sistem imun, seperti azathioprine, metotreksat, siklosporin, tacrolimus, dan siklofosfamid.
Perawatan Darah Manis di Rumah
Selain penanganan medis, perawatan mandiri di rumah bisa dilakukan untuk mengurangi gatal dan mencegah luka garukan yang bisa terinfeksi dan meninggalkan bekas di kulit.
Berikut beberapa perawatan darah manis yang bisa dilakukan di rumah:
- Gunakan sabun mandi yang lembut dan losion agar kulit tetap lembap.
- Gunting kuku secara rutin dan hindari menggaruk kulit untuk mencegah luka atau infeksi.
- Mengelola stres dengan tepat, misalnya teknik relaksasi, seperti meditasi, yoga, dan latihan pernapasan.
- Pastikan suhu ruangan tetap sejuk.
Jika Anda sudah melakukan cara-cara mengatasi darah manis di atas, namun rasa gatal tidak berkurang atau berlangsung lebih dari 2 minggu, konsultasikan ke dokter untuk pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.





