Ciri-Ciri Bayi Down Syndrome: Kenali Gejala Fisik dan Intelektualnya

ciri-ciri bayi down syndrome

Ciri-Ciri Bayi Down Syndrome: Kenali Gejala Fisik dan Intelektualnya

Down syndrome merupakan kondisi kelainan genetik yang disebabkan bayi memiliki tambahan salinan kromosom ke-21. Kondisi tersebut mengakibatkan perkembangan fisik, mental, serta intelektual bayi terlambat. Ada beberapa ciri-ciri bayi down syndrome yang perlu Anda perhatikan.

Meski terlihat sama, namun setiap bayi atau anak yang mengalami down syndrome memiliki kondisi fisik dan mental yang berbeda. Bahkan, beberapa gejalanya bisa berbeda-beda pada setiap bayi atau anak. Agar lebih jelas, berikut ciri-ciri bayi down syndrome yang perlu Anda ketahui.

Ciri-Ciri Bayi Down Syndrome

Setiap anak atau bayi yang terkena down syndrome gejalanya bisa berbeda-beda. Namun, pada umumnya ciri-ciri fisik down syndrome adalah sebagai berikut:

  • Kepala berukuran kecil
  • Wajah dan hidung datar
  • Kondisi tonus otot buruk atau tidak berfungsi dengan baik
  • Ukuran kepala, telinga, dan mulut kecil
  • Tangan lebar dengan jari-jari yang pendek
  • Ukuran tangan dan kaki kecil
  • Mata miring ke arah atas disertai dengan lipatan kulit yang keluar dari kelopak mata atas dan menutupi sudut mata bagian dalam (fisura palpebral).
  • Bintik putih pada bagian mata yang berwarna atau disebut bintik brushfield

Penelitian dari National Institute of Health juga menemukan bahwa gejala perkembangan fisik pada bayi dan anak down syndrome juga cenderung lebih lambat. Misalnya, keterlambatan dalam belajar merangkak, duduk sendiri, berdiri tanpa berpegangan, hingga berjalan.

Meski ciri-ciri bayi down syndrome membuat perkembangannya lebih lambat, namun sebenarnya bayi dan anak down syndrome tetap bisa mencapai perkembangan fisik dan mental yang optimal.

Ciri-Ciri Intelektual Pada Bayi Down Syndrome

Gejala bayi down syndrome lainnya adalah gangguan kognitif serta masalah dalam berpikir. Pada umumnya, beberapa gejala gangguan kognitif tersebut adalah:

  • Perilaku cenderung impulsif
  • Waktu dalam memperhatikan sesuatu cenderung singkat
  • Agak terlambat dalam mempelajari sesuatu
  • Perkembangan bicara dan bahasa lebih lambat

Agar lebih jelas, berikut beberapa gangguan perkembangan intelektual yang dialami oleh bayi dan anak down syndrome: 

  1. Keterlambatan perkembangan motorik

Perkembangan motorik bayi meliputi belajar bergerak, belajar merangkak, belajar duduk, dan belajar berjalan. Jika bayi mengalami down syndrome, maka perkembangan motoriknya akan terlambat. Selain itu, keterlambatan perkembangan motorik juga mempengaruhi perkembangan kognitif, bahasa, dan lainnya. 

  1. Keterlambatan perkembangan bicara dan bahasa

Ciri-ciri bayi down syndrome lainnya adalah keterlambatan perkembangan bicara dan bahasa. Menurut Mayo Clinic, keterampilan komunikasi dan bahasa bayi down syndrome bisa terhambat. Namun, bayi dengan down syndrome tetap bisa mengembangkan kemampuan bicara dan bahasanya, meski membutuhkan waktu lebih.

  1. Keterlambatan perkembangan mengenal angka

Salah satu gejala down syndrome yang paling banyak dialami bayi adalah kesulitan dalam memahami angka. Namun demikian, bayi dan anak dengan down syndrome tetap bisa mencapai perkembangan memahami angka dengan optimal, meski membutuhkan waktu lebih.

  1. Keterlambatan perkembangan memori jangka pendek verbal

Ciri-ciri bayi down syndrome berikutnya adalah keterlambatan perkembangan memori jangka pendek. Memori jangka pendek merupakan sistem memori terkait informasi yang baru dipelajari untuk periode waktu yang singkat dan membantu proses belajar dan kemampuan kognitif bayi dalam memproses informasi visual dan verbal. Pada umumnya, bayi dan anak down syndrome cenderung lebih mampu memproses informasi secara visual dibandingkan dengan verbal.

Share this post


Best Seller Products

has been added to your cart.
Checkout