Cara Mengatasi Hipotermia yang Mudah dan Efektif

Berikut beragam cara mengatasi hipotermia yang dapat Anda terapkan.

Cara Mengatasi Hipotermia yang Mudah dan Efektif

Hipotermia terjadi ketika panas dalam tubuh berkurang, karena paparan cuaca dingin yang ekstrem. Jika tidak segera diatasi, hipotermia dapat membahayakan nyawa. Cari tahu selengkapnya mengenai cara mengatasi hipotermia.

Hipotermia  memerlukan penanganan segera agar tidak menimbulkan komplikasi berbahaya, misalnya henti jantung, pingsan, bahkan kematian. Berikut beragam cara mengatasi hipotermia yang dapat Anda terapkan.

Beragam Cara Mengatasi Hipotermia

Hipotermia dipicu oleh beragam hal, misalnya menghabiskan waktu yang lama di wilayah bersalju atau tidak dilindungi dengan pakaian yang memadai saat udara dingin.

Hipotermia menghambat fungsi organ-organ penting, misalnya jantung dan otak. Untuk mengurangi gejalanya, berikut beragam cara mengatasi hipotermia yang mudah untuk Anda terapkan:

1. Mengidentifikasi gejala hipotermia

Agar hipotermia bisa segera diatasi, Anda perlu mengidentifikasi gejalanya terlebih dahulu, yaitu:

  • Kesulitan bernapas.
  • Menggigil.
  • Kulit terlihat pucat.
  • Pergerakan tidak optimal.
  • Detak jantung lambat.

Gejala-gejala tersebut dipicu oleh sejumlah organ penting yang fungsinya tidak optimal akibat cuaca dingin yang ekstrem, salah satunya jantung. Hal ini membuat darah tidak bisa dialirkan ke otak dengan optimal, sehingga memicu penurunan gerak refleks dan tingkat kesadaran.

2. Posisikan di tempat hangat

Setelah mengidentifikasi gejala hipotermia, segera posisikan penderita ke area yang hangat. Jika perlu, pindahkan penderita ke area kering. Jika tidak ada area hangat atau kering, lindungi penderita dari cuaca dingin yang ekstrem dengan selimut atau jaket tebal.

Selain itu, pastikan penderita memakai pakaian yang kering agar tidak menggigil. Perlu diingat, udara yang hangat penting bagi penderita hipotermia. Oleh karena itu, usahakan untuk melindunginya dengan selimut, kantong tidur, atau pakaian berlapis.

3. Kompres

Jika penderita sudah merasa hangat, cara mengatasi hipotermia selanjutnya adalah pemulihan dengan kompres. Upaya ini diterapkan untuk menjaga penderita tetap hangat. Kompres di dada, leher, dan selangkangan. Namun, jangan kompres di tungkai atau lengan, karena berisiko mengalirkan darah yang dingin ke jantung, otak, dan paru-paru. Selain itu, sebaiknya Anda memakai kain kering untuk mengompres penderita.

4. Hindari kontak panas secara langsung

Meski suhu yang hangat penting untuk pemulihan penderita hipotermia, namun penggunaan air panas tidak dianjurkan. Dikutip dari Red Cross, air panas justru memicu overheating, yang memicu kerusakan kulit dan mengganggu detak jantung.

Upaya yang tepat untuk menghangatkan penderita adalah mendekatkannya dengan lembut ke alat pemanas, paparan matahari, atau api unggun. Setelah suhunya kembali normal, berikan minuman atau makanan hangat. Hindari memberikan alkohol, yang berisiko menghambat aliran darah untuk meningkatkan panas tubuh.

Penanganan Medis Hipotermia

Jika kesadaran penderita mulai hilang, tindakan medis adalah pilihan yang tepat. Berikut sejumlah upaya yang diterapkan untuk menjaga suhu tubuh penderita tetap normal:

  • Menerapkan resusitasi jantung paru (CPR) jika pernapasan berhenti mendadak.
  • Memakaikan pakaian yang dapat menghangatkan penderita.
  • Pemasangan infus ke dalam tubuh, terutama perut dan dada, untuk menghangatkan tubuh penderita.
  • Penggunaan alat pemanas, misalnya masker dengan kandungan udara hangat atau botol hangat, untuk menghangatkan tubuh penderita.
  • Penghangatan darah dengan mesin pintas jantung dan paru (CPB) atau mesin hemodialisis bagi pengidap hipotermia berderajat berat.

Share this post


Best Seller Products

has been added to your cart.
Checkout