Bahayakah Penyakit Empedu? Ini Penjelasannya
ditinjau oleh dr. Carlinda Nekawaty
Batu empedu adalah kondisi terbentuknya endapan keras dari kolesterol, bilirubin, atau zat lain di dalam kantong empedu, yaitu organ yang terletak di bawah hati yang berfungsi untuk menyimpan cairan empedu. Pada sebagian besar kasus, keberadaan batu empedu tidak disadari oleh penderitanya. Hal ini dikarenakan batu empedu umumnya tidak menimbulkan gejala yang signifikan. Namun, gejala bisa muncul ketika batu empedu menyumbat jaringan yang ditempati atau dilewatinya. Lalu, bahayakah batu empedu dan seperti apa ukuran batu empedu yang berbahaya? Berikut informasi selengkapnya.
Apakah Batu Empedu Berbahaya?
Batu empedu sering kali tidak menimbulkan gejala sama sekali. Pada sebagian besar kasus, batu empedu bisa sembuh dengan sendirinya, karena batu empedu yang berukuran kecil mungkin akan keluar dari tubuh bersama dengan feses.
Namun, pada kasus tertentu, batu empedu bisa menyumbat saluran empedu, sehingga aliran cairan empedu terhambat. Kondisi ini bisa memicu nyeri hebat di perut bagian kanan atas.
Jika tidak segera ditangani, penyumbatan pada saluran empedu bisa menyebabkan peradangan atau infeksi, tidak hanya di saluran empedu, namun juga kantong empedu. Pada kasus kecil yang jarang terjadi, penyumbatan pada saluran empedu bisa menyebabkan pecahnya kantong empedu atau infeksi berat yang membahayakan nyawa.
Kesimpulannya, batu empedu adalah kondisi yang berbahaya jika menimbulkan nyeri perut yang hebat. Hal ini dikarenakan gejala tersebut bisa menandakan penyumbatan di saluran empedu, sehingga diperlukan penanganan dari dokter.
Oleh karena itu, jika Anda mengalami nyeri perut bagian atas yang hebat dan tidak kunjung hilang, serta disertai dengan perubahan warna urin menjadi gelap dan tinja menjadi pucat, Anda perlu waspada. Selain itu, mual, demam, serta kulit dan mata yang menjadi kuning bisa menandakan batu empedu yang berbahaya.
Ukuran Batu Empedu yang Berbahaya
Masih banyak orang yang mempertanyakan seperti apa ukuran batu empedu yang berbahaya. Hal ini dikarenakan semakin besar ukuran batu, maka semakin berbahaya kondisinya.
Batu empedu terbentuk dari penumpukan dan pengerasan cairan empedu yang mengandung kolesterol atau bilirubin di dalam kantong empedu akibat kadar kolesterol atau bilirubin yang terlalu tinggi.
Ukuran batu empedu bervariasi, mulai dari sebesar butiran pasir hingga seukuran bola golf dengan jumlah yang bisa bervariasi, mulai dari hanya satu hingga berjumlah banyak.
Lalu, adakah ukuran batu empedu yang berbahaya? Jawabannya, tidak ada ukuran pasti. Hal ini dikarenakan pada kondisi tertentu, ukuran batu empedu yang tidak terlalu besar, justru bisa menyumbat saluran empedu, sehingga menimbulkan gejala-gejala yang berbahaya jika diabaikan.
Batu empedu bisa menimbulkan beberapa gejala, yaitu:
- Nyeri perut bagian tengah yang muncul mendadak dan menimbulkan nyeri yang hebat
- Nyeri perut kanan atas yang muncul mendadak dan menimbulkan nyeri yang hebat
- Nyeri bahu kanan
- Sakit punggung di antara tulang belikat
- Mual dan muntah
Nyeri perut yang disebabkan oleh batu empedu umumnya berlangsung selama beberapa menit hingga jam. Namun, ada beberapa gejala batu empedu yang berbahaya dan memerlukan penanganan dari dokter secepatnya, yaitu:
- Penyakit kuning
- Sakit perut yang hebat dan tidak kunjung mereda
- Demam tinggi hingga menggigil
Penanganan Ukuran Batu Empedu yang Berbahaya
Untuk batu empedu yang tidak bergejala, tidak diperlukan penanganan khusus, karena tidak berisiko berpindah ke area lain atau menimbulkan infeksi dan peradangan.
Namun, jika Anda mengalami gejala batu empedu yang berbahaya, segera ke dokter untuk mendapatkan penanganan khusus. Dokter umumnya akan melakukan serangkaian pemeriksaan, seperti USG perut, tes darah, CT scan perut, atau endoskopi.
Jika ditemukan adanya batu empedu yang membahayakan nyawa, dokter akan memberikan beberapa penanganan, seperti:
- Operasi angkat kandung empedu
Operasi angkat kandung empedu atau dikenal sebagai kolesistektomi laparoskopi umumnya dilakukan jika batu empedu sudah menyebabkan peradangan, nyeri, atau infeksi.
2. Pemberian obat tertentu
Jika ukuran batu empedu kecil atau operasi pengangkatan batu empedu tidak memungkinkan, dokter bisa memberikan obat untuk melarutkan batu empedu, seperti ursodeoxycholic acid.
Pemberian obat untuk batu empedu membutuhkan waktu berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun. Selain itu, kekurangan dari pengobatan ini adalah batu empedu bisa terbentuk kembali setelah pemberian obat dihentikan.
Itulah penjelasan mengenai ukuran batu empedu yang berbahaya. Batu empedu bisa disebabkan oleh kolesterol tinggi. Oleh karena itu, untuk menurunkan risikonya, Anda perlu menerapkan pola hidup sehat, termasuk mengurangi konsumsi makanan tinggi lemak.
Jika cara-cara alami tidak efektif mengatasi kolesterol tinggi, Anda perlu segera ke dokter. Dengan begitu, dokter bisa memberikan obat penurun kolesterol untuk mengendalikan kadar kolesterol dan mencegah komplikasi, termasuk batu empedu.
Untuk mencegah batu empedu kambuh kembali, Anda perlu menerapkan pola hidup sehat dengan mengonsumsi makanan tinggi serat dan rendah lemak, rutin berolahraga, dan menjaga berat badan ideal.
Jika ada pertanyaan terkait apakah batu empedu berbahaya atau tidak, jawabannya jelas. Batu empedu adalah kondisi yang bisa membahayakan nyawa jika menyebabkan penyumbatan dan komplikasi, terutama jika tidak mendapatkan penanganan yang tepat.
Jika Anda mengalami nyeri perut mendadak, terutama setelah makan, atau disertai dengan gejala-gejala batu empedu berbahaya di atas, konsultasikan ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dengan begitu, dokter bisa memberikan penanganan yang sesuai dengan kondisi Anda, sehingga risiko komplikasi bisa dicegah.




