Apa Itu Impulsif dan Berbahayakah?

Apa Itu Impulsif

Apa Itu Impulsif dan Berbahayakah?

Apa Itu Impulsif? – Masih banyak orang yang belum menyadari akan perilaku tak terkontrol ini sebagai sebuah penyakit psikis yang bisa merugikan beberapa pihak lain. Sikap impulsif terjadi karena adanya dorongan di luar keinginan yang tertata.

Contoh, Anda sedang dalam keadaan normal santai di sebuah taman, kemudian melihat stand atau toko pakaian yang sedang diskon besar. Saat masuk, Anda hanya menuju salah satu barang saja kemudian tak lama menjadi muncul keinginan memborong barang tak pokok tadi padahal sedang mencoba untuk berhemat. Intinya, belanja membabi buta tanpa sadar melihat keadaan keuangan.

Mengapa Bisa Terjadi Sikap Impulsif?

Sampai saat ini, belum diketahui secara pasti penyebab apa itu impulsif tetapi ada penyebab pastinya seperti penyakit psikis ADHD, Bipolar, Kleptomania, BPD (borderline personality disorder) dan Parkinson.

Semua penyakit psikis tersebut akan memicu sikap impulsif secara otomatis. Apabila ada penyebab terdahulu maka pasien impulsif bisa diobati dengan obat kimia dan terapi psikis.

Contoh Sikap Impulsif

Contoh sikap impulsif yang telah dahulu ada sakit bawaan, menarik rambut seseorang yang tengah duduk tanpa sebab, menampar pipi orang yang tidak ada hubungan komunikasi sebelumnya.

Mungkin bagi anak yang masih kecil hampir sama sikapnya dengan orang dewasa impulsif tetapi beda nalar, karena anak masih kecil belum sempurna perkembangan sel otaknya sehingga saat membutuhkan sesuatu langsung mengambil tanpa berpikir panjang.

Untuk nalar orang dewasa diikuti karena kehendak tiba-tiba yang dorongannya sel otaknya sempurna tapi karena tekanan psikis membuat orang menjadi sikap di luar kendali.

Apakah Sikap Impulsif Bisa Dikontrol dan Diobati?

Sikap impulsif terjadi begitu saja dari dalam dorongan hati tanpa memikirkan efek lanjutan yang kemudian menjadi kerugian bagi diri sendiri dan orang lain.

Ketika seseorang mulai merasa tertarik dengan sebuah barang kemudian nyandu dan tak bisa mengerem maka sikap impulsifnya sedang aktif.

Sebenarnya tidak membahayakan sikap ini, bukan sebuah penyakit psikis serius tapi bisa membuat kebiasaan buruk dikemudian hari. Sikap ini butuh terapi laten bagi mereka yang mudah terpengaruh dengan perubahan keadaan.

Terkadang sikap impulsif yang sedikit agresif bisa merusak barang milik orang lain ketika marah, mengambil paksa kepunyaan orang lain dan tiba-tiba menjadi sangat bersemangat tanpa perencanaan tertentu tanpa memikirkan resiko atau efek yang nantinya muncul.

Langkah Tepat Apa yang Dilakukan Agar Sikap Impulsif Bisa Reda?

Dengan bantuan psikiater yang membimbing pasien untuk bisa mengendalikan sikap impulsif tersebut dengan mengalihkan keinginan diri dari hal yang berlebihan tersebut. Obat kimia hanya bersifat menenangkan sel saraf saja ketika obat kimia tersebut habis maka pasien tanpa terapi rutin pengendalian diri impulsif akan kembali lagi menjadi pribadi impulsif.

Apa itu impulsif, yakni perilaku seseorang yang tidak memperhitungkan resiko selanjutnya dan terjadi seketika. Impulsif bukan sikap yang dihilangkan total tapi dikurangi agar tidak merugikan jangka panjang.

Kesimpulan

Impulsif adalah kecenderungan untuk bertindak atau mengambil keputusan secara spontan tanpa mempertimbangkan konsekuensinya secara matang.

Dalam tingkat tertentu, perilaku impulsif dapat terjadi pada siapa saja. Namun, jika terlalu sering atau sampai mengganggu aktivitas sehari-hari, hubungan sosial, maupun kondisi keuangan, perilaku ini perlu mendapat perhatian. Dengan mengenali pemicunya dan melatih pengendalian diri, perilaku impulsif dapat dikelola dengan lebih baik.

Frequently Asked Questions (FAQ)

1. Apa beda impulsif dan kompulsif?

Perbedaan utama antara impulsif dan kompulsif terletak pada motivasinya. Impulsif cenderung didorong oleh keinginan mencari kepuasan instan tanpa memikirkan akibat, sedangkan kompulsif adalah tindakan berulang untuk meredakan kecemasan atau rasa takut.

2. Anak impulsif seperti apa?

Anak impulsif adalah anak yang bertindak atau merespons secara tiba-tiba tanpa memikirkan akibat dari perbuatannya. Mereka kesulitan menunda respons, sehingga sering kali melakukan sesuatu berdasarkan dorongan emosi atau insting sesaat. Beberapa contoh perilaku impulsif pada anak yaitu memotong pembicaraan, tidak sabar, sulit mengendalikan emosi, dan bertindak ceroboh.

3. Kenapa orang bisa impulsif?

Orang bisa bersikap impulsif karena adanya penurunan fungsi kontrol diri di otak (korteks prefrontal), yang sering kali dipicu oleh ketidakmampuan mengelola emosi, stres, kelelahan, atau kondisi psikologis tertentu. Hal ini membuat seseorang bertindak berdasarkan insting atau keinginan seketika tanpa mempertimbangkan konsekuensi jangka panjang.

4. Apakah impulsif merupakan ciri autisme?

Ya, perilaku impulsif bisa menjadi salah satu ciri-ciri autisme. Pasien autisme sering kali mengalami kesulitan dalam interaksi sosial dan komunikasi, serta sering menunjukkan perilaku berulang dan stereotip. Banyak pasien juga menunjukkan perilaku impulsif yang berdampak negatif pada kualitas hidup mereka. Meskipun begitu, bertindak impulsif bukan berarti Anda menderita autisme.

Share this post