6 Penyebab Sakit Kepala Bagian Belakang

sakit kepala bagian belakang

6 Penyebab Sakit Kepala Bagian Belakang

Meski terlihat tidak berat, namun sakit kepala bagian belakang membuat penderitanya merasa tidak nyaman, bahkan bisa mengganggu aktivitas sehari-hari. Apa saja faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya sakit kepala bagian belakang?

Sakit kepala adalah gangguan kesehatan yang dapat dialami oleh siapa saja. Seseorang yang mengalami sakit kepala umumnya merasakan sakit pada bagian tertentu, salah satunya bagian kepala. Berikut penyebab sakit kepala bagian belakang yang perlu Anda ketahui.

Penyebab Sakit Kepala Bagian Belakang

Ada berbagai faktor yang bisa menyebabkan sakit kepala bagian belakang. Oleh karena itu, penanganannya perlu disesuaikan dengan penyebabnya. Berikut beberapa penyebab sakit kepala bagian belakang:

1. Olahraga yang berlebihan

Meski rutin berolahraga baik untuk kesehatan, namun jika dilakukan secara berlebihan justru dapat membuat pembuluh darah menyempit. Hal ini menyebabkan munculnya rasa nyeri kepala di bagian belakang.

2. Ketegangan dan kelelahan otot

Sakit kepala juga bisa disebabkan oleh ketegangan otot. Jika Anda duduk pada satu posisi dalam waktu yang lama, Anda bisa merasakan sakit di bagian belakang kepala. Untuk mengatasinya, Anda bisa melakukan peregangan otot dan mengubah posisi duduk.

3. Migrain

Jika Anda mengalami migrain, biasanya ditandai dengan denyutan di kepala bagian belakang, mual, dan muntah. Dikutip dari Harvard Health Publishing, ada beberapa kondisi yang memicu seseorang mengalami migrain, antara lain perubahan cuaca, gangguan tidur, mengonsumsi alkohol secara berlebihan, adanya tekanan atau tingkat stres yang cukup tinggi, serta kebiasaan merokok.

4. Tumor otak

Dikutip dari American Brain Tumor Association, sakit kepala yang disebabkan oleh tumor otak terasa lebih menyakitkan dibandingkan dengan sakit kepala yang disebabkan oleh migrain. Sakit kepala akibat tumor otak umumnya terasa mengganggu ketika Anda baru bangun tidur dan semakin parah setiap waktunya, bahkan terkadang disertai dengan muntah. Selai itu, tumor di otak bisa menyebabkan jaringan otak dan saraf tidak berfungsi. Tumor otak juga bukan hanya menimbulkan sakit kepala, namun juga berpengaruh pada penglihatan, pendengaran, dan kehilangan sensasi raba pada tangan dan kaki, serta sakit kepala yang disertai rasa tertekan berlebihan di tengkorak belakang.

5. Temporal artritis

Temporal artritis terjadi ketika arteri temporal yang berfungsi untuk menyuplai darah ke kepala dan otak mengalami peradangan. Hal Ini menyebabkan arteri temporal kehilangan fungsi yang disebabkan oleh melemahnya kekebalan tubuh. Beberapa gejala yang muncul, antara lain sakit kepala bagian belakang dan leher, kulit kepala berkeringat berlebihan, gangguan penglihatan, nyeri otot, serta penurunan nafsu makan.

6. Gaya hidup

Gaya hidup tidak sehat juga bisa menyebabkan sakit kepala bagian belakang. Dikutip dari Harvard Health Publishing, seorang paruh baya yang memiliki kebiasaan merokok rentan terkena sakit kepala cluster yang menyebabkan rasa sakit atau nyeri pada bagian belakang kepala. Meski umumnya sakit kepala bagian belakang tidak terlalu membahayakan, namun sebaiknya segera periksakan diri ke dokter jika Anda mengalami sakit kepala yang diserta dengan gejala-gejala lain atau sakit kepala serius yang belum pernah dialami sebelumnya. Ada beberapa cara untuk mengurangi sakit kepala, antara lain menerapkan pola makan sehat dan seimbang, olahraga teratur, konsumsi banyak cairan, memiliki kualitas tidur yang cukup, serta mengelola stres.

Cara Mengatasi Sakit Kepala Bagian Belakang

Sebelum menggunakan obat-obatan, ada beberapa hal yang perlu Anda lakukan agar bisa lebih efektif penyembuhannya. Berikut di antaranya:

1. Pijat

Pijat adalah salah satu cara efektif untuk mengurangi rasa sakit kepala bagian belakang. Anda bisa meminta bantuan anggota keluarga yang ahli melakukannya atau memanggil tukang pijat profesional untuk memijat bagian tubuh, terutama bagian belakang kepala Anda untuk mengurangi rasa sakit.

2. Tidur yang cukup 

Kurang tidur adalah salah satu penyebab sakit kepala bagian belakang. Oleh karena itu, Anda perlu memiliki waktu tidur yang cukup untuk mengurangi rasa sakit yang dialami. Orang dewasa membutuhkan 7-9 jam tidur setiap malamnya.

3. Hindari pemicu stres

Menghindari aktivitas yang berpotensi meningkatkan stres juga bisa mencegah sakit kepala bagian belakang. Buat perencanaan mengenai aktivitas Anda ke depan agar memiliki ruang dan waktu lebih santai dan menikmati hari. Jika Anda merasa lelah, cobalah untuk beristirahat. Selain itu, untuk mengurangi rasa sakit kepala, Anda perlu melakukan beberapa hal berikut:

  • Praktikkan postur tubuh yang baik. Misalnya, jangan duduk terlalu membungkuk, terlebih jika Anda harus duduk dalam waktu yang cukup lama. Berdiri dan duduklah dengan tegap. Hal ini dikarenakan rasa sakit di kepala bagian belakang bisa disebabkan oleh postur tubuh yang buruk. 
  • Kompres dengan air panas atau dingin otot-otot yang terasa nyeri untuk mengurangi sakit kepala bagian belakang.
  • Perbanyak minum air mineral. Menjaga tubuh tetap terhidrasi bisa mencegah terjadinya sakit kepala bagian belakang.

Obat Sakit Kepala di Bagian Belakang

Selain beberapa hal di atas, Anda juga bisa mengonsumsi obat-obatan. Berikut beberapa pilihan obat untuk meredakan sakit kepala bagian belakang:

1. Paracetamol

Paracetamol adalah salah satu jenis obat paling umum digunakan untuk mengatasi berbagai jenis sakit kepala, termasuk sakit kepala bagian belakang. Orang dewasa bisa mengonsumsi sebanyak 500-1000 mg per satu kali minum. Dalam sehari, Anda bisa mengonsumsi paracetamol sebanyak maksimal 4 kali atau dalam dosis maksimal 4000 mg per hari dan dikonsumsi setiap 4-6 jam sekali. Paracetamol bisa dibeli dengan bebas tanpa resep di apotek. Anda bisa membeli generik maupun merek dagangnya sesuai kebutuhan.

2. Ibuprofen

Ibuprofen adalah jenis obat antiperadangan untuk membantu meredakan nyeri, termasuk yang disebabkan oleh sakit kelapa bagian belakang. Obat ini termasuk sebagai obat anti-inflamasi nonsteroid (AINS). Dosis mengonsumsi ibuprofen untuk orang dewasa adalah 200-250 mg per satu kali minum dan bisa dikonsumsi 3-4 kali sehari, serta sebaiknya diminum setelah makan. Perlu diingat, ibuprofen tidak disarankan untuk ibu hamil trimester akhir, pengidap asma, orang dengan alergi obat golongan AINS, serta memiliki gangguan lambung, seperti tukak lambung.

3. Aspirin

Seperti halnya ibuprofen, aspirin juga termasuk sebagai obat golongan AINS. Oleh karena itu, obat ini bisa digunakan untuk meredakan nyeri, termasuk sakit kepala di bagian belakang. Perlu diingat, aspirin tidak dianjurkan untuk dikonsumsi oleh anak-anak maupun remaja yang sedang demam, flu, dan terinfeksi cacar air. Hal ini dikarenakan bahan yang terkandung dalam aspirin bisa memicu sindrom Reye, yaitu gangguan serius yang menyebabkan pembengkakan hati dan otak pada anak-anak. Untuk orang dewasa, obat ini bisa dikonsumsi setiap 4-6 jam sekali dengan dosis 300-650 mg setiap kali minum. Dosis maksimal aspirin adalah 4.000 mg per hari.

Share this post


Best Seller Products

has been added to your cart.
Checkout