5 Gejala Tampek pada Anak dan Cara Mengatasinya

5 Gejala Tampek pada Anak dan Cara Mengatasinya

5 Gejala Tampek pada Anak dan Cara Mengatasinya

ditinjau oleh dr. Carlinda Nekawaty

Tampek pada anak merupakan salah satu penyakit menular yang sering terjadi. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi virus dari famili Paramyxovirus, yang dapat menyebar melalui udara saat anak terpapar percikan dari batuk atau bersin. 

Mengutip buku Persepsi Masyarakat tentang Sehat-sakit dan Posyandu, Sudarti, (1988:118), tampek atau campak bisa mengakibatkan sakit tenggorokan, panas dalam, dan ruam di berbagai bagian tubuh.   

5 Gejala Tampek pada Anak  

Memahami gejala awal tampek pada anak sangat penting untuk mencegah komplikasi lebih lanjut. Dengan mengenali gejalanya, kondisi ini bisa segera diatasi dengan penanganan yang tepat. Berikut adalah berbagai gejala tampek yang perlu diwaspadai.   

1. Demam Tinggi

Demam tinggi adalah tanda awal tampek pada anak, yang sering kali disertai gejala lain seperti menggigil. Suhu tubuh biasanya meningkat drastis, yakni mencapai 38–40 derajat celsius. Kondisi ini sering membuat anak tampak lemas dan tidak nyaman. Ini menjadi sinyal awal penting untuk segera memberikan perhatian dan perawatan yang tepat. 

2. Batuk Kering

Batuk kering sering menjadi gejala khas yang muncul bersamaan dengan demam pada tampek. Batuk ini dapat terasa cukup mengganggu, terutama saat anak sedang beristirahat atau tidur. Kondisi ini membutuhkan perhatian khusus agar tidak memengaruhi kenyamanan dan memperburuk kesehatan anak.   

3. Mata Merah dan Sensitif terhadap Cahaya

Tampek sering menimbulkan masalah pada mata anak, seperti: kemerahan, mata berair, dan meningkatnya sensitivitas terhadap cahaya terang. Kondisi ini dapat membuat anak merasa tidak nyaman dan sulit melakukan aktivitas sehari-hari, terutama di lingkungan dengan pencahayaan yang cukup intens.

4. Ruam Merah yang Menyebar

Sebelum menyebar ke seluruh tubuh, ruam merah khas akibat tampek biasanya dimulai dari wajah. Ruam itu sering disertai rasa gatal, yang membuat anak merasa tidak nyaman. Ruam tersebut menjadi salah satu tanda yang mudah dikenali, terutama ketika disertai dengan gejala lain, seperti demam dan mata merah. 

5. Hidung Tersumbat atau Pilek

Walaupun gejala tampek pada anak terkadang mirip flu biasa, tetapi tingkat keparahannya mungkin melebihi gejala flu biasa. Selain hidung tersumbat atau berair, tampek sering disertai tanda lain, seperti demam tinggi dan batuk kering. Perbedaan tersebut dapat membantu orang tua dalam membedakan tampek dengan infeksi saluran pernapasan ringan. 

Tampek pada anak disebabkan oleh virus yang sangat mudah menular. Virus ini dapat menyebar melalui udara, terutama saat anak menghirup percikan cairan dari batuk atau bersin orang yang terinfeksi. Anak yang belum divaksin campak memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena penyakit ini. 

Cara Mengatasi Tampek pada Anak dan Pencegahannya

Tampek dapat dicegah dan diatasi dengan perawatan yang tepat. Pastikan anak mendapatkan vaksinasi campak dan perhatikan kebersihan lingkungan sekitar untuk mengurangi risiko terpapar virus. 

Selain itu, hindari kontak dengan orang yang menunjukkan gejala penyakit ini untuk mencegah risiko penularan pada anak. Kedua langkah tersebut sangat penting untuk melindungi kesehatan anak dan mencegah penyebaran penyakit di lingkungan sekitar. 

Untuk mengatasi penyakit tampek, pastikan anak mendapatkan istirahat cukup untuk pemulihan tubuh. Cukupi asupan cairannya dengan memberikan air putih, jus buah, atau kaldu guna mencegah dehidrasi. 

Selain itu, berikan pula obat penurun demam sesuai anjuran dokter. Sebaiknya hindari aspirin dan cahaya terang guna mencegah ketidaknyamanan pada area mata. Segera konsultasikan ke dokter jika gejala memburuk atau tak kunjung membaik.  

Share this post


Best Seller Products

has been added to your cart.
Checkout