5 Cara Mengatasi Dehidrasi yang Efektif

cara mengatasi dehidrasi

5 Cara Mengatasi Dehidrasi yang Efektif

Dehidrasi adalah kondisi saat tubuh kehilangan terlalu banyak cairan, sehingga tidak bisa berfungsi secara normal. Hal ini terjadi ketika cairan yang keluar lebih banyak daripada yang masuk. 

Kondisi ini bisa dialami siapa saja, tapi bayi, anak-anak, dan lansia memiliki risiko lebih tinggi karena lebih sulit menyadari atau menyampaikan rasa haus.

Cara mengatasi dehidrasi menjadi penting karena tanpa penanganan yang tepat, dehidrasi bisa memengaruhi tekanan darah, energi, hingga fungsi organ tubuh.

Penyebab Dehidrasi 

Beberapa faktor yang dapat memicu dehidrasi antara lain:

1. Kurang Minum

Dehidrasi sering terjadi karena Anda tidak minum cukup air. Ini bisa terjadi saat Anda sedang sakit, terlalu sibuk, atau tidak memiliki akses ke air bersih, misalnya saat bepergian atau beraktivitas di luar ruangan.

2. Diare dan Muntah

Diare dan muntah yang muncul tiba-tiba dapat menyebabkan tubuh kehilangan banyak cairan dan mineral penting (elektrolit) dalam waktu singkat. 

Jika keduanya terjadi bersamaan, risiko dehidrasi menjadi jauh lebih besar. Oleh sebab itu, cara mengatasi dehidrasi menjadi sangat penting.

3. Penyakit Tertentu

Penyakit yang menyebabkan demam tinggi meningkatkan kehilangan cairan tubuh. Jika disertai diare atau muntah, kondisinya bisa semakin parah. 

Selain itu, orang yang sedang pilek atau sakit tenggorokan sering tidak nafsu makan dan minum, sehingga mudah mengalami dehidrasi. Diabetes yang tidak terkontrol juga dapat memicu kehilangan cairan berlebih.

4. Cuaca Panas dan Aktivitas Fisik

Cuaca panas dan lembap membuat tubuh lebih banyak berkeringat. Jika cairan yang hilang tidak segera diganti, Anda bisa mengalami dehidrasi, terutama saat melakukan aktivitas fisik berat.

5. Obat-obatan

Beberapa obat, seperti diuretik dan obat tekanan darah tertentu, dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil dan memperbesar risiko dehidrasi.

6. Olahraga Berat

Olahraga intens membuat tubuh kehilangan banyak cairan. Oleh karena itu, penting untuk mulai meningkatkan asupan cairan sejak sehari sebelumnya, minum secara teratur selama berolahraga, dan melanjutkannya setelah aktivitas selesai.

Gejala Dehidrasi 

Rasa haus tidak selalu menjadi tanda yang dapat diandalkan, terutama pada lansia. Karena itu, penting mengenali gejala lain.

Pada Bayi dan Anak

  • Jarang buang air kecil atau popok kering lebih dari 3 jam
  • Mulut kering
  • Tidak keluar air mata saat menangis
  • Detak jantung cepat
  • Mata, pipi, atau ubun-ubun tampak cekung
  • Tampak lemas atau lebih rewel
  • Kulit tidak segera kembali rata setelah dicubit

Pada Orang Dewasa

  • Haus berlebihan
  • Jarang buang air kecil
  • Urine berwarna gelap
  • Mudah lelah
  • Pusing atau linglung
  • Kulit tidak segera kembali setelah dicubit
  • Mata atau pipi tampak cekung
  • Dehidrasi berat juga dapat menyebabkan tekanan darah turun drastis, lalu naik kembali secara tidak terkendali, yang berbahaya bagi tubuh.

Cara Mengatasi Dehidrasi 

Berikut ini beberapa cara mengatasi dehidrasi yang efektif sesuai tingkat keparahannya.

1. Minum Air Putih untuk Dehidrasi Ringan

Cara mengatasi dehidrasi ringan, minum air putih adalah langkah utama. Usahakan minum sekitar 2–3 gelas air setiap jam. 

Minumlah perlahan agar lambung tidak terasa tidak nyaman. Jus buah atau minuman olahraga juga boleh dikonsumsi karena kandungan gulanya membantu tubuh menyerap air lebih baik.

2. Minum Oralit

Larutan rehidrasi oral (oralit) menjadi cara mengatasi dehidrasi ringan dan sedang.

Oralit mengandung air dan elektrolit seperti natrium dan kalium yang membantu menggantikan cairan yang hilang.

Minuman ini sangat efektif jika Anda berkeringat banyak atau mengalami diare dan muntah. 

Pada 4 jam pertama, Anda bisa minum 4–8 gelas oralit, lalu lanjutkan minum cairan lain sesuai kebutuhan.

Untuk kondisi ringan, Anda juga bisa membuat oralit sendiri dengan mencampurkan:

  • 1 sendok teh garam
  • 6 sendok teh gula
  • 1 liter air

Jika sulit menelan cairan karena mual, campuran ini bisa dibekukan menjadi es batu atau es loli dan diisap perlahan.

3. Minum Minuman Berenergi

Minuman olahraga adalah salah satu membantu mempercepat proses rehidrasi tubuh. 

Minuman olahraga dapat membantu karena kandungan gula dan elektrolitnya mendukung penyerapan cairan dan membuat Anda lebih terdorong untuk minum lebih banyak.

4. Infus Cairan

Jika Anda hampir tidak buang air kecil, kulit sangat kering, linglung, atau pusing berat, itu tanda dehidrasi serius.

Segera pergi ke dokter untuk mendapatkan cairan infus melalui pembuluh darah guna memulihkan keseimbangan cairan dan elektrolit dengan cepat.

5. Konsumsi Makanan Tinggi Air

Sekitar 20% asupan cairan harian berasal dari makanan. Pilih makanan yang tinggi air dan elektrolit karena membantu mempercepat proses rehidrasi tubuh, seperti:

  • Buah: semangka, stroberi, jeruk, anggur
  • Sayuran: selada, mentimun
  • Sup berkuah
  • Yogurt

Komplikasi Akibat Dehidrasi

Jika tidak ditangani dengan baik, dehidrasi dapat menimbulkan berbagai komplikasi serius, antara lain:

1. Heat Stroke (Serangan Panas)

Saat Anda berolahraga berat atau banyak berkeringat tanpa cukup minum, tubuh bisa mengalami gangguan akibat panas. 

Kondisinya bisa berupa kram panas ringan hingga kelelahan panas atau heat stroke yang berbahaya bagi nyawa.

2. Masalah Saluran Kemih dan Ginjal

Dehidrasi yang berlangsung lama atau terjadi berulang kali dapat meningkatkan risiko infeksi saluran kemih, batu ginjal, bahkan gagal ginjal.

3. Kejang

Elektrolit seperti natrium dan kalium berperan dalam menghantarkan sinyal listrik antar sel. Jika keseimbangannya terganggu, sinyal tersebut bisa kacau dan memicu kontraksi otot berlebihan, pingsan, atau kejang.

4. Syok Hipovolemik

Syok akibat volume darah rendah (syok hipovolemik) merupakan salah satu komplikasi paling berbahaya. 

Volume darah yang menurun menyebabkan tekanan darah dan kadar oksigen dalam tubuh turun drastis, yang dapat berakibat fatal jika tidak segera ditangani.

Kapan Harus ke Dokter?

Dehidrasi bisa sangat berbahaya bagi bayi dan anak kecil. Segera hubungi dokter jika anak Anda:

  • Tidak minum apa pun selama beberapa jam
  • Berusia di bawah 1 tahun dan tidak mendapat ASI atau susu formula selama 24 jam
  • Muntah berulang kali dalam 24 jam
  • Muntah cairan berwarna hijau terang, merah, atau cokelat
  • Masih menunjukkan tanda dehidrasi seperti mulut sangat kering, tidak ada air mata saat menangis, atau popok tetap kering
  • Terlihat sangat mengantuk atau tidak seaktif biasanya

Segera cari bantuan medis jika Anda atau orang dewasa lain mengalami:

  • Diare selama 24 jam atau lebih
  • Kebingungan atau sulit fokus
  • Lebih mengantuk atau lemas dari biasanya
  • Tidak bisa menahan cairan yang diminum
  • Tinja berdarah atau berwarna hitam
  • Demam tinggi (sekitar 39°C atau lebih)

Mengetahui cara mengatasi dehidrasi sangat penting untuk menjaga tubuh tetap berfungsi optimal, terutama saat Anda sakit, beraktivitas berat, atau berada di cuaca panas. 

Cukup minum, mengonsumsi oralit, dan memilih makanan tinggi air bisa mencegah dehidrasi berkembang menjadi kondisi yang lebih serius. 

Jangan abaikan tanda-tandanya, karena tubuh yang terhidrasi dengan baik adalah kunci utama kesehatan jangka panjang.

Selalu jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan beli suplemen dan obat terpercaya dari Pyfa Health!

Share this post


Best Seller Products

has been added to your cart.
Checkout