10 Pertolongan Pertama Sakit Perut karena Makan Pedas

pertolongan pertama sakit perut karena makan pedas

10 Pertolongan Pertama Sakit Perut karena Makan Pedas

Makanan pedas memang menggugah selera, tapi bagi banyak orang efeknya bisa langsung terasa di perut. 

Sensasi panas, perih, mulas, hingga diare sering muncul tak lama setelah mengonsumsi cabai atau sambal berlebihan. 

Dalam kondisi seperti ini, memahami pertolongan pertama sakit perut karena makan pedas sangat penting agar Anda bisa meredakan keluhan dengan cepat dan aman tanpa panik!

Kenapa Makanan Pedas Bisa Bikin Sakit Perut? 

Makanan pedas seperti cabai dan lada mengandung capsaicin, yaitu zat yang memberi sensasi panas dan perih. 

Saat capsaicin menyentuh lapisan mulut, kulit, atau saluran pencernaan, zat ini menempel pada reseptor nyeri (nociceptor) dan mengirim sinyal ke otak seolah-olah terjadi iritasi atau “terbakar”.

Di dalam saluran cerna, capsaicin bisa memicu reaksi seperti:

  • Perut terasa tidak nyaman
  • Nyeri atau mulas
  • Perut berbunyi
  • Tiba-tiba ingin buang air besar
  • Rasa panas di anus saat BAB
  • Diare (pada kasus tertentu)

Itulah sebabnya setelah makan pedas, banyak orang merasa perutnya “kaget” dan harus  buang air besar. 

Capsaicin dalam cabai memicu rasa panas dan ingin buang air besar karena menempel pada reseptor nyeri (TRPV1) di mulut dan saluran cerna. 

Reseptor ini mengaktifkan sistem saraf yang mengatur pencernaan dan rasa sakit, sehingga muncul nyeri perut dari dalam. 

Pada saat yang sama, tubuh melepaskan hormon motilin yang mempercepat gerakan usus agar capsaicin cepat keluar. 

Gerakan usus yang makin cepat menarik lebih banyak air ke dalam usus, membuat feses lebih encer dan mendorong Anda lebih cepat ingin BAB. Sisa capsaicin yang belum terurai juga bisa menimbulkan rasa panas di anus saat keluar.

Pertolongan Pertama Sakit Perut karena Makan Pedas

Berikut langkah-langkah pertolongan pertama sakit perut karena makan pedas yang bisa Anda lakukan di rumah:

1. Minum Susu

Susu dan produk olahannya mengandung protein bernama kasein. Protein ini bisa menempel pada capsaicin dan membantu menetralkan efek panasnya di lambung. 

Dengan minum susu, sensasi terbakar di perut bisa berkurang lebih cepat dibandingkan hanya minum air putih.

2. Air Putih

Air memang tidak menghilangkan rasa panas di mulut, tetapi bisa membantu menenangkan lambung. 

Minum air dapat mengencerkan asam lambung dan membantu membersihkan asam yang naik ke kerongkongan. 

Namun, jangan minum terlalu banyak sekaligus karena perut bisa terasa penuh dan tidak nyaman.

3. Konsumsi Yogurt

Selain susu, yogurt juga bisa jadi pertolongan pertama sakit perut karena makan pedas.

Yogurt mengandung probiotik atau bakteri baik yang membantu menyeimbangkan kondisi usus. 

Setelah makan pedas, yogurt dapat membantu mengurangi peradangan ringan di saluran cerna dan mendukung proses pencernaan agar kembali normal.

4. Makan Nasi atau Roti

Nasi dan roti tidak melarutkan capsaicin, tapi mampu menyerap sebagian zat tersebut di dalam perut. 

Dengan begitu, rasa panas dan perih bisa sedikit mereda karena capsaicin tidak terlalu banyak menempel di dinding lambung.

5. Makan Pisang

Pisang merupakan pilihan alami pertolongan pertama sakit perut karena makan pedas. 

Kandungan pektin di dalam pisang membantu menyerap cairan berlebih di usus sehingga feses menjadi lebih padat dan iritasi bisa berkurang.

6. Konsumsi Madu

Madu memiliki tekstur kental yang dapat membantu “mengikat” minyak dan zat pedas di dalam saluran cerna. 

Selain itu, madu juga dapat membantu menenangkan lambung dan menjaga keseimbangan asam lambung.

Anda bisa langsung mengonsumsi satu sendok makan madu atau mencampurnya dengan segelas air hangat untuk diminum perlahan.

7. Minum Teh Herbal

Beberapa jenis teh herbal bisa menjadi pertolongan pertama sakit perut karena makan pedas karena mampu menenangkan sistem pencernaan:

  • Teh peppermint mengandung senyawa alami yang membantu meredakan nyeri dan rasa terbakar di perut. Minuman ini juga dapat mengurangi kembung, kram, mual, dan muntah.
  • Teh chamomile memiliki efek menenangkan dan anti-radang, sehingga bisa membantu meredakan nyeri perut dan kram setelah makan pedas.

Minumlah teh dalam kondisi hangat, bukan panas, agar lambung lebih nyaman.

8. Mengunyah Permen Karet

Mengunyah permen karet tanpa gula setelah makan pedas bisa membantu mengurangi heartburn. Aktivitas mengunyah meningkatkan produksi air liur, yang mengandung zat penetral asam. 

Selain itu, menelan lebih sering membantu membersihkan asam yang naik ke kerongkongan lebih cepat.

9. Konsumsi Jahe

Jahe dalam bentuk permen, kapsul, atau teh dikenal dapat menenangkan perut, terutama jika disertai mual. 

Jahe juga bisa membantu mengurangi rasa begah, nyeri, dan tidak nyaman di perut setelah makan pedas.

Namun, jika keluhan utama Anda adalah asam lambung naik atau heartburn, jahe justru bisa memperparah gejala pada beberapa orang.

10. Konsumsi Obat Jika Diperlukan

Jika sakit perut terasa cukup berat atau disertai nyeri, Anda bisa mempertimbangkan obat bebas sebagai bagian dari pertolongan pertama sakit perut karena makan pedas.

Beberapa pilihan yang umum digunakan:

  • Antasida, jika sakit perut disertai rasa perih di dada atau asam lambung naik, antasida bisa membantu menetralkan asam lambung dan meredakan sensasi terbakar.
  • Oralit, bila makan pedas memicu diare, oralit berguna untuk mencegah dehidrasi dan mengganti cairan yang hilang.

Obat sebaiknya digunakan sesuai aturan pakai di kemasan dan tidak dikonsumsi berlebihan.

Tips Mencegah Sakit Perut Akibat Makan Pedas

Agar tidak sering mengalami keluhan serupa, Anda bisa:

  • Mengurangi porsi makanan pedas
  • Tidak makan pedas saat perut kosong
  • Mengombinasikan makanan pedas dengan nasi atau lauk berprotein
  • Minum cukup air sepanjang hari
  • Jangan langsung berbaring setelah makan pedas

Bahaya Kesehatan Terlalu Sering Makan Pedas

Risiko kesehatan terbesar dari terlalu sering atau berlebihan makan pedas adalah membuat tubuh menjadi sakit, terutama jika Anda:

  • Tidak terbiasa makan pedas
  • Memiliki gangguan pencernaan
  • Secara genetik lebih sensitif terhadap capsaicin
  • Mengonsumsi makanan pedas dalam jumlah besar

Makanan pedas bisa menyebabkan iritasi dan peradangan di dalam tubuh. Capsaicin sering dianggap sebagai zat pengganggu oleh tubuh, sehingga tubuh berusaha membuangnya secepat mungkin. Akibatnya, Anda bisa mengalami:

  • Nyeri perut
  • Diare panas dan perih
  • Nyeri dada
  • Sakit kepala
  • Muntah hebat

Dalam kasus ekstrem, konsumsi makanan yang sangat pedas bisa sampai menimbulkan cedera di saluran cerna. Asam lambung dari muntah berulang dapat melukai kerongkongan dan tenggorokan, bahkan membutuhkan penanganan darurat.

Orang dengan penyakit radang usus, gangguan pencernaan, atau masalah lambung sebaiknya membatasi atau menghindari makanan pedas.

Namun, bagi kebanyakan orang sehat, makan pedas dalam jumlah wajar masih aman dan bahkan bisa memberikan manfaat jika dikonsumsi dengan bijak.

Sakit perut setelah makan pedas memang tidak nyaman, tetapi umumnya bisa diatasi dengan langkah yang tepat. 

Dengan menerapkan pertolongan pertama sakit perut di atas, Anda dapat membantu menenangkan lambung dan mempercepat pemulihan.

Jika keluhan berlangsung lama, disertai nyeri hebat, atau diare tidak membaik, segera konsultasikan ke dokter. Selalu jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan beli suplemen dan obat terpercaya dari Pyfa Health!

Share this post


Best Seller Products

has been added to your cart.
Checkout